Kamis, 13 Mei 2021

Batik di Fashion Paradise 2019

SMOL.ID – SEBUAH fesyen show yang ditujukan untuk memamerkan batik sebagai salah satu identitas bangsa, baru saja digelar. Acara tersebut bertajuk “Fashion Paradise 2019”, yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut (12-13/10), di BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) Semarang.

Acara yang dipersembahkan BBPLK, Kemnaker (Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Kreasi Lintas Cipta (KLC), dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) tersebut, menghadirkan 24 desainer fesyen, baik dari anggota APPMI Jateng dan DIY, maupun desainer dari asosiasi lainnya.

Pada hari pertama, Sabtu (12/10), para desainer yang tampil adalah Tuty Adib, Ramadhani, Hanif Aisyah, Hariyanto Batik, Uzy Fauziah, Endarwati, Darie Gunawan, Djongko Rahardjo, Anis Saskia, Dadang Koesdarto, Sudarna Suwarsa, dan Agustienna Siswanto.

Pada hari kedua, bukan hanya para model yang berjalan di catwalk, namun para sosialita Semarang pun ikut berpartisipasi. Dan para desainer yang tampil adalah Sakamade Boutique by Tari Made, Gee Batik by Sugeng Waskito, Paras Ayu Jogja by Ayu Purhadi, Benang Lusi by Lusi Ekawati, Liza Supriyadi Batik by Liza Supriyadi, Maharani Persada by Essy Masita, Dewani Batik by Adewani Lubis, deeJE Batik by Dewi deeJE, Intan Batik by Zamwarir, Rumah Batik Jinggar by Vitalia Pamoengkas, Griya Ageman by Linda Susanti, dan Itang Yunaz.

Mengikuti tema besar yang mengangkat batik, seluruh desainer pun mengolah batik ke dalam rancangan yang klasik, kasual, hingga kontemporer.

Mulai dari busana batik yang tampil kasual dan ringan untuk dikenakan sehari-hari, batik dengan potongan longgar dan asimetris yang mengadopsi busana ala resor, modest, semi-formal yang anggun feminin, kebaya modern, hingga batik bergaya party atau cocktail.

Bila dilihat seksama memang terlihat tidak nyambung memadukan material batik dengan jacquard yang bergaya ala mini ballgown dengan ekor tulle yang menjuntai, namun mengekspresikan desain batik terbukti bisa dalam bentuk busana apa saja.

Meskipun busana dengan material utama batik, masih terlihat manis dan pas apabila diwujudkan dalam rancangan yang feminin, formal, kasual, atau edgy sekalipun. (Tia Chasmani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA