Beranda Akademia Kampus ”Balita” Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kampus ”Balita” Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

0
Kampus ”Balita” Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Oleh: Ahmad Rofiq*)

SMOL.id – Majene – STAIN Majene memang masih balita (bawah lima tahun). Baru merayakan ulang tahunnya ke-3 (12/11/19). Ajib, ternyata Kampus ”balita” yang berada di perbukitan berhadapan dengan view dan Pantai Majene, sangat indah dengan semilir angin mamiri, sudah menunjukkan tanda-tanda cepat menjadi pemuda dan dewasa.

Sabtu (9/11/19), saya diminta menjadi salah satu narasumber seminar nasional yang mengusung tema penting dan strategis, ”Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang berdaya saing menghadapi Era 4.0”. Narasumber lainnya, Prof Dr Abdurrahman Mas’ud MA, kepala Balitbang Kemenag Dr Amar Ahmad MA, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, yang pernah sama-sama menjadi komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dr Yusuf Hari Agung dari Kemen PUPR, dan dari Badan Ristek Jakarta.

Salah satu persyaratan kampus STAIN Majene, dengan modal letak kampus yang strategis, adalah kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) sebagaimana dijadikan visi dan spirit STAIN menjadi Kampus yang Islami, Unggul dan Malaqbiq. Sudah barnag tentu, banyak langkah strategis yang harus dipersiapkan.

Pertama, segera beralih status menjadi IAIN Majene. Mengapa, dengan IAIN akan memiliki spirit, semangat, dan bargaining-position yang lebih. Meskipun, secara geo-ekonomi-politik, letak kampus berada di wilayah Kabupaten Majene, karena Majene adalah kota tertua di wilayah Sulawesi Barat, maka marwah, keberadaan, prestasinya, harus mampu melebihi kampus-kampus lainnya, yang sudah lebih dahulu ada di provinsi berusia 15 tahun ini.

Kedua, menjadi smart dan modern campus, namun tidak kehilangan ruh, spirit, dan akar budaya kota Majene, yang merupakan daerah Islami, dan daerah perjuangan dan dakwah, yang menyejukkan, berbudaya tinggi, bersih, rapi, indah, dan manusiawi. Kearifan lokal malaqbiq, adalah modal nilai yang merupakan legacy dari para leluhur, yang terus menjadi ”suluh” bagi warga kampus, dalam meraih kemajuan, prestasi, dan menghadapi modernitas di era Revolusi Industry 4.0.

Ketiga, menyiapkan fasilitasi IT (information and technology) yang terupdate secara terus menerus (dalam bahasa PBB, SDGs atau sustainable development goals atau Bahasa santrinya istimrar al-tajaddud), bari dari aspek hardskill maupun softskills civitas akademika kampus.

Ketua IAIN Majene Dr KH Napis Djuwaini MA, sudah siap sebagai perintis, pilot, dan nakhoda bagi IAIN Majene ke depan, menjadi kampus islami yang unggul dan malaqbiq.

Dengan spirit kata bijak Ulama, al-muhafadhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi l-jadid al-ashlah artinya memelihara nilai atau tatanan lama yang baik, dan mengambil (menjemput) nilai atau tatanan baru yang lebih baik, ditambah ungkapan ”al-fadl-lu li l-mubtadii wa in ahsana l-muqtadii” artinya ”keutamaan itu bagi creator/innovator atau perintis, meskipun penerusnya lebih baik”, maka STAIN Majene, akan terus memodernisir diri, agar siap memenangi kontestasi di era Revolusi Industri 4.0.

Apakah nantinya akan ada beberapa pekerjaan yang diambil alih oleh robot-robot yang mewakili generasi artificial intelegent, yang boleh jadi akan bekerja lebih jujur, objektif, dan tidak pernah mengenal Lelah selama 24 jam.

Keempat, bermitra strategis secara simbiotik-mutualistik dengan semua pihak. Kementerian PUPR, tampaknya akan segera membangunkan rusunawa (rumah susun sederhana sewa) yang akan menjadi boarding atau ma’had atau pesantren mahasiswa-mahasiswi, untuk mempersiapkan lulusan yang bukan saja cerdasa secara intelektual, akan tetapi juga cerdas secara spiritual dan emosional, dan memiliki karakter yang berbudi pekerti Pancasila dan berakhlak mulia.

Kelima, tegas, independen, dan imparsial, dalam membangun budaya mahasiswa, termasuk dalam berbusana. Sebagai kampus yang mengusung nilai-nilai Islami dan sekaligus memiliki rasa dan komitmen nasionalisme, kebangsaan Indonesia yang religious, dengan modal semangat dan disiplin tinggi yang solid, pelaksanaan law enforcement atau pelaksanaan tata tertib atau code of conduct kampus, perlu dijalankan secara terukur, akan melahirkan budaya yang unggul, terpuji, dan malaqbiq.

Semua civitas akademika kampus, wajib menaati semua aturan, termasuk di dalamnya dalam berbusana layaknya sebagai mahasiswa muslim-muslimah di Indonesia. Bravo STAIN Majene. Selamat merayakan ultah Ke-3, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberkahi semua Keluarga Besar STAIN Majene. Hotel Abrar, Majene (12/11/19). (aa)

*) Prof Ahmad Rofiq, Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Guru Besar Unisulla Semarang, pengurus Masjid Agung Jawa Tengah, Waketum MUI Prov Jawa Tengah, dan Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here