Tips Memotret Slow Speed Grand Maerokoco

2229

Oleh : Soetomo, M.I.Kom*)

Slow Speed Photography atau memotret menggunakan kecepatan rendah merupakan teknik  yang memanfaatkan kemampuan kamera merekam cahaya dalam waktu yang lama. Dengan menggunakan kecepatan rendah, kamera akan merekam  cahaya secara terus menerus dalam waktu tertentu.  Pemahaman akan teknik  ini merupakan  modal penting dalam dunia fotografi, terutama fotografer yang suka dengan landscape, night shoot atau pemotret yang menginginkan efek tertentu dalam hasil bidikan nya.

Sebagai contoh ilustrasi foto Grand Maerokoco Semarang, dengan menggunakan teknik slow speed, refleksi cahaya terekam begitu indah dan hamparan  air terkesan halus penuh keteduhan. Semburat awan saat matahari hendak tenggelam bisa tergambar dengan penuh kelembutan.  Untuk mendapatkan foto seperti ini yang perlu disiapkan adalah:

  1. Tripod

Tripod merupakan salah satu perangkat utama yang dibutuhkan untuk meminimalkan goncangan pada kamera, karena dengan menggunakan long eksposure tripod menjadi alat bantu utama agar foto yang dihasilkan tidak shake.

  1. Shutter release

Shutter release berfungsi untuk memperpanjang tombol shutter kita.  Dengan alat ini kita tidak perlu memencet tombol shutter pada body kamera, yang berpotensi menimbulkan getaran.

  1. ND atau GND filter

Neutral density dan graduated neutral density  berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk ke lensa, sehingga gambar akan menjadi lebih gelap. Sistem kerjanya seperti pada kaca film mobil atau lensa gelap pada kacamata. (aa)

 

Data teknis

Kamera : canon 5Ds

Focal length : 16 mm

Iso : 100

Diafragma : 22

Speed : 30 detik

*) Soetomo, M.I.Kom adalah fotografer smol.id

2 COMMENTS

Leave a Reply