Hasan Toha dan Soal Bisnis Berakhlak

259

Catatan : Sasongko Tedjo

SMOL.ID – “Assalamualaikum….” begitu sapa Pak Hasan Toha ketika masuk ke ruang kerja Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung ( YBWSA ) di kampus Unissula Jl Raya Kaligawe, Semarang, Kamis (26/12/19).

Kami pun berpelukan erat …cipika cipiki….bak sahabat yang lama sekali tidak jumpa.

Kami memang sudah lama tidak bertemu walaupun tempat tinggal tidak berjauhan yakni di Jalan Durian Banyumanik Semarang.

Pak Hasan tak banyak berubah. Mungkin uban di rambutnya bertambah tapi wajah tenang, sejuk dan teduhnya masih sama.
Siapa tidak kenal Hasan Toha, pengusaha pribumi sukses di Jawa Tengah.

Mulai dari percetakan hingga perumahan. Kini waktunya banyak tersita untuk memikirkan pengembangan Unissula nya yang bergerak di bidang pendidikan dan rumah sakit dengan aset triliunan rupiah.

RS Unissula dengan konsep RS Syariah kini termasuk yang terbesar di negeri ini.

“Kami ini kan swasta tapi sudah punya kapasitas 400 bed lho. Alhamdulillah” ujar Pak Hasan dengan penuh syukur.

Bahkan sekarang sedang membangun RS lagi di Banjarbaru Kalimantan Selatan.

“Sudah berancang ancang juga merambah Malaysia”. Wajar bila karyawannya pun sudah hampir 3.000 orang.

Kini tak terasa ia sudah menjalani semua itu 32 tahun sejak lulus MBA dari Amerika awal 1980 an. Namun bukan pengusaha kalau tak mengalami jatuh bangun.

Awal tahun 1990 an percetakannya nyaris kolaps tak sanggup membayar kredit di bank. Hasan yang masih berusia 34 tahun tak dimarahi ayahnya. Juga tak diajari kiat kiat bisnis.

“Ayah saya hanya bertanya. Sudahkan selama ini kau punya akhklak dan keimanan yang baik?”.

Ia terpekur. Teringat masa mudanya ketika kuliah di luar negeri dan masih suka menyerempet maksiat.

Satu pelajaran mendasar yang diperoleh dari ayahandanya adalah orang bisnis harus berakhlak. Ia pun mulai berhati hati melangkah. Menjauhi proyek proyek pemerintah yang kadang banyak mudaratnya.

Perlahan menghindari kredit bank untuk menekan cost of money dan menjalankan syariah sejauh yang bisa dilakukan dalam berbisnis. “Jangan lupa selalu sabar dan bersyukur”. Ujarnya.

Pak Hasan Toha memang tuan rumah yang baik. Berkali kali dia memuji tamunya yang membuat saya tersanjung dan tersipu malu.
Percakapan yang panjang sampai akhirnya seorang stafnya masuk ruangan mengingatkan sudah azan Dhuhur.

Kami pun menuju Masjid besar di belakang kantornya yang dipenuhi jamaah sholat Dhuhur.

“Ini mahasiswa lagi libur biasanya sampai halaman luar karena tidak menampung” kata pak Hasan.

Setelah Dhuhur dilanjutkan sholat gerhana. Setelah itu sambil berjalan menuju gedung kantor yayasan kami ditunjukkan beberapa proyek pengembangan Unissula antara lain gedung auditoriumnya yang besar dan bisa menampung lebih 5.000 orang.

“Auditorium Undip saja belum jadi lho sekarang”, katanya terkekeh.

Sebelum berpamitan kami kembali berpelukan erat. ” Masya Allah….Subhahanallah….”. Ucapnya berulang ulang.

Tak lupa Pak Hasan Toha minta maaf setiap Senin Kamis semua puasa jadi tak menghidangkan minuman dan makanan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here