Pemimpin Negara Barat: Rudal Iran Tak Sengaja Jatuhkan Pesawat Ukraina

71
Petugas mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di Teheran, Iran (AP Photo)

SMOL.id, JAKARTA – Pemimpin negara-negara Barat mendukung pernyataan Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, bahwa pesawat maskapai Ukraina dijatuhkan oleh rudal darat-ke-udara milik Iran. Menurut para pemimpin negara Barat bahwa insiden itu terjadi tidak disengaja.

Seperti dilansir Associated Press dan CNN, Jumat (10/1/2020), Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson dan PM Australia, Scott Morrison, juga menyampaikan pernyataan senada dengan Trudeau. PM Johnson menyebut pernyataannya didasari pada sekumpulan informasi, tidak hanya satu atau dua informasi saja.

“Sekarang ada sekumpulan informasi bahwa penerbangan itu ditembak jatuh oleh sebuah rudal darat-ke-udara milik Iran. Ini mungkin tidak disengaja,” ucap Johnson.

“Kami sekarang bekerja sama secara saksama dengan Kanada dan mitra internasional kami dan sekarang dibutuhkan penyelidikan menyeluruh dan transparan,” imbuhnya.

Pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 itu sedang mengudara dari Teheran menuju ibu kota Kiev, Ukraina, saat terjatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran pada Rabu (8/1) waktu setempat.

Pesawat jenis Boeing 737-800 itu diketahui membawa 176 orang yang terdiri atas 167 penumpang dan 9 awak pesawat. Seluruh penumpang dan awak dipastikan tewas.

Data dari otoritas setempat menyebut pesawat itu membawa 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris. Johnson menyatakan pihaknya akan mengupayakan segera untuk memulangkan jenazah warga Inggris yang menjadi korban.(dtc/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here