Pesepeda Tewas Setelah Jatuh ke Jurang Sedalam 15 Meter di Boyolali

15685
Lokasi pesepeda masuk ke jurang di Boyolali (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

SMOL.ID, BOYOLALI – Seorang peserta Gowes asal Klaten, meninggal dunia setelah jatuh ke jurang sedalam 15 meter di Boyolali, Jateng. Diduga karena rem sepedanya tidak berfungsi dengan baik.

Peristiwa tersebut terjadi di jalan Dali – Karanganyar tepatnya di jembatan Dukuh Tagung Cilik, Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali.

“Sepeda korban diduga ada gangguan pada remnya, sehingga ketika perjalanan menurun korban tidak bisa menguasai sepedanya hingga meluncur menabrak pagar jembatan dan jatuh terpental masuk ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 15 meter,” kata Kasubbag Humas Polres Boyolali, AKP Eddy Lillah, Sabtu (8/2/2020).

Korban bernama Martoyo (49), warga Dukuh Jambukulon, Ceper, Klaten. Korban mengalami luka berat di kepala.

Semula korban dan rombongan gowes dari Klaten yang berjumlah 200 orang mengikuti event tahunan NSCC (No Swimpack Ceckling Club). Rutenya start dari Klaten – Jiwan – Desa Karanganyar – Kayumas – Tulung – Cokro – Delangu dab finish Stadion Klaten.

Sesampainya di jembatan Dukuh Tagung Cilik, Desa Karanganyar, di jalan menurun itu sepeda korban diduga remnya mengalami gangguan. Korban tak bisa menguasai laju sepedanya yang meluncur kencang hingga akhirnya menabrak pagar jembatan.

Korban pun terpental jatuh ke jurang berkedalaman sekitar 15 meter. Teman-teman korban langsung berhenti. Warga sekitar juga berdatangan ke lokasi. Mereka masuk ke jurang untuk menolong korban.

Korban yang mengalami luka parah dan tak sadarkan diri dibawa ke Puskesmas Tamansari. Namun nyawa korban tidak tertolong. “Hasil pemeriksaan petugas medis bahwa korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” kata Eddy Lillah.(dtc/smol)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here