Sisihkan Puluhan Kampus, UMY Juarai Peradilan Semu Nasional Peradi

118
Foto: Lomba Peradi (ist.)

SMOL.ID, JAKARTA – Delegasi dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY) berhasil keluar sebagai jawara dalam ajang National Moot Court Competition (NMCC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) 2020. Alhasil, FH UMY membawa pulang Piala Cicero atau Marcus Tulius Cicero.

Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan, mengatakan, ajang ini merupakan sebuah kritikan dalam sistem pendidikan S1. Pasalnya, evaluasi nasional menunjukkan bahwa lulusan S1 dan S2 itu belum menunjukkan bisa memberikan pengabdian dan memiliki profesional yang minimal sebagai penegak hukum.

“Jadi akhirnya peradilan semu ini sebuah upaya untuk mendorong dalam bentuk edukasi anak-anak muda S1 memiliki kemampuan profesional yang mendekati agar dia bisa masuk ke peradilan nyata dunia hukum kita,” kata Fauzie dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (12/2/2020).

Fauzie menyampaikan, Peradi di bawah kepemimpinannya sudah merekrut hampir sekitar 27 ribu advokat baru melalui PKPA sebagai respons terhadap UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

“Kalau anggota advokat Peradi sekarang kurang lebih ada 55 ribu orang dari Sabang sampai ke Merauke,” kata Fauzie.

Cicero adalah tokoh di bidang hukum dan merupakan sosok yang mempunyai integritas dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. “Dia rela mati untuk menegakkan sebuah prinsip kebenaran. Itulah abdi yang ditunjukkan kepada dunia,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua Dewan Pembina DPN Peradi, Otto Hasibuan, menambahkan, harusnya moot court (peradilan semu) bukan hanya dilakukan di berbagai lembaga yudikatif, seperti MA, Kejaksaan, dan lembaga hukum lainnya termasuk Peradi.
“Universitas di seluruh Indonesia secara mandatori harus melakukan ini. Karena inilah dia bisa mengenal peradilan di dunia nyata, ini harus dilakukan oleh fakultas hukum di universitas,” ujar Otto.

Ketua Panitia NMCC Peradi 2020, Bambang Hariyanto, mengatakan, ada 31 delegasi dari berbagai fakultas sejumlah universitas dan sekolah tinggi ilmu hukum. Dari jumlah ini, 12 delegasi dinyatakan lolos administrasi dan bertarung di babak penyisihan. Puncak lomba itu digelar pada akhir pekan lalu di Hotel Ciputra, Jakarta Barat (Jakbar).

“Moot court competition adalah ajang bergengsi, sehingga tiap fakultas hukum siapkan tim. Tapi yang paling lazim peradilan semu ini di bidang perdata dan pidana. Di Indonesia belum ada tema Tata Usaha Negara (TUN). Oleh karena itu, Peradi ambil tema tata usaha negara,” ujar Bambang.

Perwakilan dari delegasi FH UMY, M Ramdan, mengatakan, piala bergilir Cicero NMCC Peradi 2020 ini merupakan kebanggaan bagi tim dan UMY.Menurut Ramdan, prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua anggota tim dan pihak terkait, di antaranya mengorbankan waktu liburan hingga terpaksa absen untuk belajar di kelas.

“Ini latihan kami tidak segampang, tidak semudah orang lihat, baik pemberkasan kurang lebih 4 bulan kita lewati untuk latihan sidang,” ungkap Ramdan.(dtc/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here