Trump Punya Proposal ‘Deal of Century’, Ma’ruf: RI Tetap Bela Palestina

138

SMOL.ID – JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Indonesia berpegang teguh pada prinsipnya yaitu mendukung Palestina. Hal itu, ditegaskan Ma’ruf atas proposal perdamaian Israel-Palestina yang direncanakan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tanpa meminta pendapat pihak Palestina.

“Saya baru bertemu menlu. Beliau melaporkan kepada saya tentang soal Palestina. Prinsipnya Indonesia tetap pada sikapnya. Dengan adanya proposal yang baru, tetap membela Palestina. Sesuai dengan prinsip yang dianut,” ujar Ma’ruf usai menerima laporan dari Menlu Retno Marsudi kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Namun Ma’ruf mengatakan penolakan atas proposal perdamaian Israel-Palestina ‘deal of century’ itu tidak bisa dilakukan Indonesia seorang diri. Ma’ruf mengatakan Indonesia tengah mengajak negara lain untuk menolak proposal itu.

“Tetapi masalahnya, Indonesia tentu tak mungkin sendirian, tentu bagaimana Indonesia mengajak bersama-sama untuk menghadapi proposal itu dengan negara-negara lain. Itu yang jadi masalah sekarang,” kata dia.

“Negara lain seperti apa? Nah ini dalam proses perundingan di PBB. Beliau melapor begitu,” imbuhnya.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump saat ini sedang menghadapi proses impeachment, yang makin lama makin menyudutkannya. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang menghadapi gugatan korupsi di negaranya, dan sedang berkampanye menghadapi pemilu parlemen bulan Maret mendatang.

Kedua tokoh yang sedang menghadapi masalah politik besar di dalam negeri ini, sekarang ingin memperkenalkan agenda perdamaian Israel-Palestina, tanpa berbicara dengan pihak Palestina. Bagi kedua politisi yang siap bertarung dalam pemilu depan, ini selingan menarik untuk mengalihkan isu-isu di dalam negeri yang sangat merugikan.

Proposal perdamaian yang dipuji kedua politisi sebagai langkah yang akan “membuat sejarah” itu tentu saja akan sangat menguntungkan Israel.

“Kalau berhasil, tentu hebat, kalau tidak, kita bisa hidup dengan itu,” kata Trump, Senin (28/01) ketika menerima kedatangan Netanyahu di gedung Putih. (dtc/smol – aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here