Rektor Unnes Tak Hadiri Debat, Mahasiswa : Rektor Takut

244
Ratusan mahasiswa Unnes menghadiri debat rektor vs dosen nonaktif yang kemudian berubah menjadi diskusi publik kasus pembebastugasan dosen Unnes, Sucipto Hadi Purnomo di Gedung PKM Unnes, Semarang, Kamis malam, 20 Februari 2020. Mahasiswa menyebut Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman takut karena tidak hadir. (aa)

SMOL.ID – SEMARANG – Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) meneriakkan yel rektornya takut, rektornya takut secara berulang. Hal itu menyusul ketidakhadiran Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman dalam acara debat terbuka atas kasus pembebastugasan dosen Unnes Sucipto Hadi Purnomo, Kamis (20/2/2020) malam.

Acara debat yang mengundang Sucipto Hadi Purnomo, dosen Unnes diskors ‘hina Jokowi’, dan Rektor Unnes Fathur Rokhman, Kamis (20/2/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Debat akhirnya diganti diskusi publik di aula Gedung PKM Unnes lantai dua yang dipadati ratusan mahasiswa. Di belakang podium tertulis besar, Kampus Revolusi 2.0 di Bawah Bayang-bayang Pemberangusan Demokrasi Dusta Akademik dan Represi?

Dilansir tagar.id, acara dimoderatori budayawan Semarang Gunawan Putu (Kang Putu), pembicara Donni Donardono (Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata), dan Triyono Lukmantoro (pakar komunikasi Undip). dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes bagian kajian strategis, Ignatius Rhadite.

Ignatius Rhadite menyebut Rektor Fathur Rokhman terkesan menghindari debat tersebut. Ia menceritakan saat mengantar undangan debat terbuka, rektor berjanji akan menghadiri acara tersebut.

Tempat dan waktu kemudian dijadwalkan, yaitu di gedung Graha Cendekia Fakultas Teknik Unnes Kamis (20/2/2020) malam pukul 19.00 WIB. Namun, menjelang pelaksanaan, Kamis pagi, 20 Februari 2020, pihak Fakultas Teknik melayangkan surat pemberitahuan bahwa ruangan yang akan menjadi tempat terselenggarakannya debat tidak bisa digunakan.

Surat tertanggal 20 Februari Nomor T/2085/UN37.1.5/KM/2020 ini mengabarkan kepada BEM tentang alasan ruangan Graha Cendikia tidak dapat digunakan. Bahwa pimpinan dan seluruh staf Fakultas Teknik sedang melakukan rapat kerja tahunan di Jepara. Rapat kerja berlangsung dari Kamis, 20 Januari 2020 sampai Jumat, 21 Februari 2020.

Dalam surat ini juga tertuang bahwa staf operator sound system dan genset termasuk di dalam pegawai yang mengikuti rapat kerja tahunan. “Rektor terkesan menghindar dan takut debat,” kata dia disambut riuh tepuk tangan ratusan mahasiswa, Kamis malam, 20 Februari 2020.

Dalam kasus ini, pihaknya menganggap kampus menempatkan diri sebagai polisi, hakim, dan jaksa yang mempunyai wewenang menjustifikasi benar dan salah. Karenanya ia meminta supaya birokrasi kampus dapat membuktikan kesalahan yang yang dilakukan oleh Sucipto kepada mahasiswa Unnes.

Sebagaimana diberitakan, Sucipto dituding Unnes melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan pasal 3 angka 4, pasal 3 angka 5, pasal 3 angka 11, pasal 3 angka 17, dan pasal 4 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010.

Lewat Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor B/167/UN37/HK/2020, Unnes membebaskan sementara Sucipto dari tugas jabatan dosen. Pembebastugasan ini berlaku selama Sucipto diproses di dugaan penghinaan Presiden Jokowi. (smol – aa)

Leave a Reply