Masih Pengin Maju Nantang Gibran-Purnomo, Abah Ali-Gus Amak Lapor Bawaslu

171
Foto: Muhammad Ali alias Abah Ali dan Achmad Abu Jazid alias Gus Amak niat maju independen di Pilkada Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

SMOL.ID, SOLO – Bakal pasangan calon independen Pilkada Solo, Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid alias Abah Ali-Gus Amak (Alam) dinyatakan gagal melanjutkan ke tahap selanjutnya. Tim Abah Ali-Gus Amak berencana melapor ke Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kami tetap akan melawan. Kita akan ke Bawaslu, dan yang perlu dicatat kita akan ke DKPP. Banyak hal yang menjadi catatan kami yang dilakukan oleh KPU Kota Surakarta,” ujar Kuasa hukum tim Alam, Awod saat dihubungi detikcom via telepon, Kamis (27/2/2020).

Dalam penghitungan berkas syarat dukungan, tim Alam hanya mendapatkan dukungan sah sebanyak 14.557 dari 38.743 berkas yang mereka serahkan. Padahal syarat minimal untuk dapat lolos ke tahap selanjutnya ialah 35.870 dukungan.

Selain itu, berkas dinyatakan lengkap jika terdapat formulir surat pernyataan dukungan, tanda tangan dan fotokopi e-KTP. Sementara berkas yang dikumpulkan Alam tidak sesuai syarat tersebut.

Meski demikian, tim Alam masih mempertanyakan alasan KPU banyak mencoret berkas dukungan yang mereka kumpulkan.

“Jadi ada sesuatu yang nggak masuk akal. Kita nggak tahu dokumen-dokumen apa yang 24 ribu itu tidak memenuhi syarat. Kami merasa kami sudah melalui segala macam tahapan, kami memiliki persyaratan, tapi hasilnya seperti ini,” ujarnya.

Hari ini Awod beserta timnya telah berkonsultasi ke Bawaslu terkait rencana sengketa penghitungan berkas dukungan. Mereka juga masih akan berkonsultasi dengan pasangan Alam, ulama dan para pendukung.

“Ini tadi kami sudah konsultasi ke Bawaslu, karena beliau (Abah Ali) kan posisinya dicalonkan. Jadi kita juga harus konsultasi dulu dengan banyak pihak. Nanti malam kita putuskan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Surakarta Divisi Penindakan Pelanggaran, Poppy Kusuma, mengatakan tim Alam berhak mengajukan sengketa. Bawaslu mengaku sudah siap memprosesnya.

“Mereka punya upaya hukum yaitu mengajukan permohonan sengketa kepada Bawaslu dengan batas waktu maksimal tiga hari kerja. Kita tunggu saja, tentu Bawaslu sudah siap memproses,” ujarnya.

Saat ini sudah ada nama-nama yang beredar dalam bursa Pilkada Solo, terutama dari PDIP ada Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo, dan Teguh Prakosa, yang sama-sama masih menunggu rekomendasi DPP PDIP. Sementara itu pasangan yang bakal maju independen yakni Bagyo Wahyono dan FX Supardjo.(dtc/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here