Anggaran DPRD Kota Semarang Dipotong Rp 5 Miliar untuk Bantu Penanganan Corona

131
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman. (Foto: Beritajateng.net)

SMOL.ID – SEMARANG – DPRD Kota Semarang akan memotong anggaran untuk kegiatan kedewanan sebesar Rp 5 miliar. Anggaran sebesar itu selanjutnya untuk membantu proses penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).

“Dari rapat, Selasa (24/3), kami telah menyamakan persepsi baik dengan pimpinan, anggota, komisi, dan fraksi. Dalam mensikapi pandemi Corona, kami dari lembaga legislatif berupaya peduli dengan menyisihkan anggaran Dewan Rp 5 miliar untuk membantu penanganan virus Corona,” jelas Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman sebagaimana dilansir BeritaJateng.Net.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang ini menambahkan bahwa anggaran Dewan yang dipangkas berasal dari sejumlah kegiatan kedewanan seperti perjalanan dinas dan kegiatan lainnya.

“Anggaran kegiatan Dewan akan kami pangkas untuk nantinya diberikan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang agar dapat menambah manfaat dan membantu penanganan virus secara intensif.”

Tak hanya anggaran Dewan, anggaran Sekwan (Sekretaris Dewan) juga akan dipangkas sekitar Rp 500 juta. “Karena penanganan virus ini kan tidak bisa diprediksi sampai kapan, termasuk untuk pendanaannya,” kata pria yang akrab dipanggil Pilus itu.

Tak hanya memotong anggaran Dewan, Kadarlusman juga merelakan rumah dinas Ketua DPRD Kota Semarang yang ada di Kecamatan Banyumanik, untuk dijadikan ruang isolasi darurat bagi pasien corona.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, untuk teknis penyiapan ruang isolasi darurat di rumah dinasnya itu.

Hal itu dilakukan karena pihaknya merasa prihatin, kasus penularan virus Corona di Kota Semarang sudah mulai massif dan menulari banyak warga Kota Semarang.

“Apalagi kami memperoleh laporan bahwa beberapa rumah sakit kekurangan ruang isolasi karena banyaknya pasien yang harus ditangani. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk penyerahan rumah dinas ini. Teknisnya seperti apa, kami serahkan ke Dinas Kesehatan,” ujarnya.

DPRD Kota Semarang selama masa merebaknya virus Corona juga berupaya tidak menyelenggarakan kegiatan mengundang massa seperti reses dan penyerapan aspirasi. Termasuk rapat paripurna pun juga dibatasi undangan dan dilengkapi tim medis hingga pengecekan suhu badan sebelum memasuki ruang rapat paripurna. (smol – aa)

Leave a Reply