Selamat Jalan Pak Pasaribu, Hakim Agung yang Berpulang di Tengah Isu Corona

79
Hakim Agung MD Pasaribu (Dok. MA)

SMOL.ID, JAKARTA – Hakim agung Maruap Dohmatinga (MD) Pasaribu meninggal dalam usia 69 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Rabu (25/3) pukul 21.05 WIB. Tidak ada penghormatan terakhir dari koleganya kepada jenazah dengan berbagai alasan dari pihak RSPAD.

“Menurut dokter RSPAD, pihak Rumah Sakit sudah punya SOP sendiri. Oleh karena itu pihak Rumah Sakit melarang pihak MA untuk melayat ke RSPAD,” kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro saat dihubungi detikcom, Kamis (26/3/2020).

Jenazah juga tidak sempat disemayamkan ke Apartemen Setneg/Apartemen Pejabat Negara tempat tinggal MD Pasaribu. Proses pemakaman berjalan cepat.

Pagi-pagi, jenazahnya langsung dibawa ke TPU Tegal Alur, Jakbar untuk dimakamkan. Hingga berita ini diturunkan, MA belum mendapatkan penjelasan penyebab meninggalnya MD Pasaribu.

MD Pasaribu lahir di Tapanuli pada 18 Maret 1951. Gelar Sarjana Hukum ia raih dari Universitas Indonesia dan S2 dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Kariernya dimulai sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Manado pada 1980. Empat tahun setelahnya, MD Pasaribu berhak memakai jubah hakim dengan dinas pertama di PN Limboto. Di Gorontalo ini, ia berdinas selama 6 tahun lamanya.

Pada 1990, MD Pasaribu dimutasi ke PN Ternate dan bertugas di Ternate selama 7 tahun lamanya. Setelah itu, ia dipromosikan menjadi Ketua PN Memawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Memasuki abad 21, ia ditugaskan sebagai Kerua PN Singkawang. Baru tiga tahun, MD Pasaribu kembali dipromosikan menjadi Ketua PN Lubuk Pakam. Setelah itu dipromosikan menjadi Wakil Ketua PN Jakbar dan baru setahun ia dipromosikan menjadi Ketua PN Semarang.

Setelah bertahun-tahun malang melintang menjadi hakim tingkat pertama, MD Pasaribu kemudian dipromosikan menjadi hakim tinggi di Pengadiln Tinggi (PT) Jakarta. Namun dirinya diperbantukan sebagai Panitera Muda Pidana Umum (Panmud Pidum) MA dari 2007 hingga 2010.

Setelah itu ia kembali memegang palu dengan menjadi hakim tinggi di PT Bandung, Ketua PT Maluku, Wakil Ketua PT Medan dan Ketua PT Samarinda.

MD Pasaribu dilantik menjadi hakim agung oleh Ketua MA Hatta Ali pada Oktober 2013. Ia memakai jubah emas setelah mendapatkan 27 suara anggota Komisi III DPR.

“Saya bertekad memperbaiki penegakan hukum di Indonesia. Sebagai hakim agung tugas pokoknya menyelesaikan perkara, maka saya berharap dapat menyelesaikan perkara di MA,” kata MD Pasaribu sesaat setelah dilantik jadi hakim agung.

Sejatinya, MD Pasaribu baru purnatugas pada 17 Maret 2021. Namun, Tuhan berkehendak lain. Pengadil yang telah puluhan tahun menghembuskan nafas terahir di tengah isu Corona. Kini istrinya juga masih dirawat di RSPAD.

“Selamat jalan Yang Mulia teman sejawat Yang Mulia MD Pasaribu,” ucap Andi Samsan mewakili seluruh hakim Indonesia.(dtc/smol)

Leave a Reply