Hendi Targetkan Deteksi Penderita Covid-19 di Semarang sebelum Kritis

104
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (smol - aa)

SMOL.ID – SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan salah satu target penanganan Covid-19 di Ibu Kota Jawa Tengah saat ini, adalah mendeteksi penderita sebelum kritis.

Dengan upaya tersebut, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu meyakini, penderita Covid-19 lebih memiliki peluang besar untuk sembuh. Keyakinan itu pun terlihat dalam angka kesembuhan penderita Covid-19 terkonfirmasi yang cukup tinggi, mencapi 328 orang, atau separuh dari total penderita terkonfirmasi.

Maka dari itu dirinya kembali menekankan, terkait lonjakan angka penderita Covid-19 di Kota Semarang beberapa hari terakhir, salah satunya dipengaruhi oleh upaya deteksi orang tanpa gejala (OTG) yang dilakukan.

Hendi pun tak menampik adanya kabar penambahan jumlah ASN Pemerintah Kota Semarang yang terkonfirmasi sebagai penderita Covid-19.

“Hasil swab test gelombang 2 di lingkungan Pemkot Semarang, ada sekitar 20 yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tapi ada beberapa kabar cukup menggembirakan, karena setelah dilakukan swab lagi, 5 pejabat struktural sudah dinyatakan negatif, dan lainnya ada 3 staf saya lihat juga sudah dinyatakan negatif,” jelasnya, Kamis (11/6/2020).

Wali Kota Semarang tersebut menuturkan jika semua ASN yang terkonfirmasi kondisinya sehat dan tidak memiliki keluhan, atau merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala).

“Jadi upaya ini dilakukan agar Covid-19 tidak baru terdeteksi saat kondisi yang bersangkutan sudah kritis. Pasien yang meninggal teridentifikasi saat sudah sulit bernafas, harus pakai ventilator, sehingga sebagian tidak tertolong,” kata Hendi.

Menurut Hendi, saat ini idealnya seluruh warga Semarang harus di swab, tapi hal tersebut harus menghitung ketersediaan alat, kemampuan SDM, serta kemampuan finansial yang ada, sehingga hari ini fokus sasarannya adalah masyarakat yang berada di titik keramaian.

Untuk itu Hendi mengatakan, dengan pola tes massal yang digencarkan Pemerintah Kota Semarang secara masif, penambahan angka penderita Covid-19 terkonfirmasi adalah hal yang wajar.

“Ya nggak apa-apa kalau nambah terus, karena hasil itu memang digunakan untuk melakukan pemetaan. Dari situ kita dapat menentukan wilayah mana yang harus dikencangkan, wilayah mana yang harus disekat, dan siapa saja yang harus dikarantina, dan sebagainya,” katanya. (orizelo – aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here