Radio Komunitas MBS FM Adakan Halal bi Halal Virtual

372

SMOL.ID – SEMARANG – Dalam rangka menyambung silaturahim bersama Crew MBS dan pendengar setia MBS FM “Mitra MBS” Radio Komunitas (Rakom) Mitra Berdakwah dan Sholawat (MBS) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan Hala Bi Halal Virutual, Sabtu (13/6).

Halal Bi Halal dengan tajuk Silaturahim dan Silaturasa ini diadakan untuk menyambung hubungan kekeluargaan antar Crew MBS dan Mitra MBS yang disiarkan (live streaming) melalui Channel YouTube Podcast MBS FM.

Mengundang kepala jurusan KPI UIN Walisongo, H. M. Alfandi, M.Ag sekaligus salah satu perintis Rakom MBS FM menyampaikan sejarah berdirinya Rakom MBS FM guna membangkitkan semangat Crew MBS untuk tetap menjaga dan nguri-uri Radio MBS supaya memberikan konten yang baik dan bermanfaat bagi Mitra MBS.

“Tentunya tidak mudah menjadi jurnalis radio, namun perkembangan zaman sekarang sudah memudahkan kita untuk mengaplikasikan kreativitas Crew MBS melalui Siaran Radio maupun platform yang mendukung konten keradioan MBS FM,” ucap H. M. Alfandi, M.Ag.

Mengikuti perkembangan zaman sekarang untuk melakukan siaran tidak perlu lagi mengurus izin seperti dulu lagi. Siaran radio bisa melalui media online dan lebih mudah dalam perjuangannya.

“Mungkin radio sekarang jarang diminati, namun melihat kesibukan masyarakat sekarang ada kemungkinan bahwa kedepannya masyarakat akan lebih suka mendengar daripada mendengar dan melihat walaupun dengan media yang berbeda namun teknik penyampaiannya masih sama. Oleh karena itu, jangan mudah menyerah, carilah ilmu serta pengalaman sebanyak-banyaknya dari MBS FM,” ucap Hendra, salah satu alumni MBS FM.

Menjadi penyiar di Rakom MBS FM bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan. Selain tidak digaji, tower siaran yang digunakan untuk memancarkan siar terkena petir dan tidak mendapat perbaikan dalam waktu yang cepat oleh pihak yang berwenang sehingga membuat Crew MBS FM kesulitan untuk menyiarkan produk dari MBS FM.

“Mungkin MBS bukan apa-apa, tapi banyak apa yang datang dari MBS. Pengalaman, cerita perjuangan dan hal-hal lain yang bisa berguna untuk masa depan kita. Misal, teknik olah vokal, kepercayaan diri untuk berbicara di depan banyak orang dan masih banyak lagi,” ucap Mega, alumni MBS yang sekarang menjadi kepala sekolah di sebuah Taman Kanak-kanak (TK).

Para pendiri MBS saat itu tidak menutup mata atas perjuangannya untuk mendirikan MBS FM sebagai Rakom Millenial Broadcasting Station (singkatan MBS yang dulu) yang tidak diterima namanya ketika mendaftarkan radio tersebut karena menggunakan bahasa asing. Kemudian, Mitra Berdakwah dan Sholawat (MBS) menjadi pilihan setelah ditolaknya pengajuan penggunaan nama asing pada Rakom FDK UIN Walisongo Semarang.

Haru biru perjuangan pendahulu MBS dapat dirasakan sampai sekarang dan mengena kepada Crew MBS FM yang menjadi pengurus 2019-2020.

“Seperti mendengar kisah perjuangan dari penyiar yang sedang talkshow, padahal sedang acara Halal Bi Halal. Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik malam hari ini dan amunisi semangat dari sesepuh MBS sangat terasa buat saya,” ucap General Manager MBS FM, Rino Pratama Putra.

Silaturahim dan silaturasa antar Crew MBS sudah terjalin sejak 23 tahun yang lalu. Perjuangan dan pengabdian untuk Rakom MBS FM membuat ikatan persaudaraan lebih rekat dan terasa kebersamaannya, sampai sekarang yang diabadikan dalam Channel Youtube yang bisa diakses oleh siapa saja, Podcast MBS FM (https://www.youtube.com/channel/UCpsYTXMcFNRYJhNjzfw_aBw). (Syadza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here