Kota Semarang Masih Zona Merah Corona, Undip Siapkan Mekanisme UTBK

219
Foto: Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, Semarang, Selasa (16/6/2020). (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

SMOL.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyiapkan mekanisme dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. Hal itu karena kemungkinan ujian tidak bisa dilakukan daring/online sehingga peserta tetap harus datang ke lokasi ujian.

Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama mengatakan UTBK rencananya dilakukan tanggal 4 Juli sampai 12 Juli 2020. Di kondisi pandemi virus Corona atau COVID-19, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang karena Kota Semarang masih masuk zona merah Corona hingga saat ini.

“Ini masih minta rekomendasi ke Wali Kota (Semarang) atau Gubernur (Jateng), mereka kan ditunjuk sebagai gugus utama. Kalau misal dilarang kami harus patuh,” kata Yos kepada wartawan di kampus Undip, Semarang, Selasa (16/6/2020).

Meski demikian sampai saat ini rencana pelaksanaan UTBK tetap akan dilaksanakan dengan tatap muka. Ada sekitar 4.000 calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian tersebut.

“Mudah-mudahan sudah normal ya, kalau nggak, bayangkan 4.000 orang, sekali trip 1.000. Itu baru yang ikut tes, belum pengantarnya,” jelas Yos.

Rencananya protokol kesehatan akan dilakukan ketat dalam UTBK termasuk sistem ketika peserta ujian ingin mengecek lokasi ujian mereka. Jika biasanya peserta bisa mengecek sampai ke kelas, tahun ini akan dilakukan sistem ‘drive thru’.

“Biasanya sehari sebelumnya cek lokasi, ini nggak boleh turun, jadi drive thru, dulu kan masuk ke ruangan, sekarang tidak. Saat ujian dia datang, turun, pengantar langsung pulang, kalau di sini nanti nongkrong, bahaya juga kan tidak tahu dia dari mana,” ujar Yos.

Hal senada juga diungkapkan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman. Menurutnya memang ada kekhawatiran jika UTBK dilaksanakan langsung di lokasi. Maka mekanisme tersebut akan dia tinjau lagi.

“UTBK akan ditinjau lagi ya karena kita juga khawatir ya jika dilaksanakan langsung,” kata Fathur.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkap ada tiga daerah yang masih dinyatakan sebagai zona merah virus Corona. Salah satunya yakni Kota Semarang.

“Analisis dengan 15 indikator, Demak, Kota Semarang, Kabupaten Magelang merah. Tempat ini kegiatannya (kegiatan penangan Corona) dikencengin. Yang sudah kuning Banyumas, Wonosobo, lainnya juga kuning,” kata Ganjar, Senin (15/6).

Untuk tiga daerah tersebut Ganjar menjelaskan akan mengirimkan surat khusus agar kegiatan pencegahan lebih diperketat, contohnya dengan pembatasan kegiatan masyarakat.(dtc)

Tinggalkan Balasan