Rabu, 20 Januari 2021

Demak Zona Merah Corona, Gustu Sebut Banyak Warga Tak Bermasker-Kongko

SMOL.ID, DEMAK – Gubernur Ganjar Pranowo menyebut Kabupaten Demak merupakan salah satu zona merah virus Corona atau Covid-19 di Jawa Tengah. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Demak, Singgih Setyono menyebut banyak warganya yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan berkerumun atau kongko.

“Yang dimaksud new normal itu masyarakat menerjemahkan sepertinya sudah tidak ada Covid-19 lagi, padahal di Demak ini masih relatif tinggi (positif virus Corona). Seperti halnya masih banyak yang tak kenakan masker, masih bergumul di kafe-kafe di pembatasan jam malam dan lainnya,” kata Singgih kepada wartawan di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Demak, Selasa (16/6/2020).

Meski begitu, Singgih mengaku pihaknya juga berupaya memasifkan sosialisasi dan edukasi kepada warganya. Dia juga mengatur jam operasional pasar untuk meminimalisir kerumunan warga. Pihaknya juga sudah mengidentifikasi klaster penularan Corona di wilayahnya.

“Caranya (penindakan) sudah kita lakukan, karena kita itu menemukan klasternya yaitu di pasar. Maka semua pasar sekarang ditutup pintunya, pintu masuk dan keluar hanya satu pintu dan pintu masuknya dijaga oleh Satpol PP dengan tim,” jelasnya.

“Jam operasionalnya dibatasi dari pukul 06.00-12.00 WIB. Siapapun yang masuk harus mengikuti protokol kesehatan, termasuk bagi yang tak mengenakan masker akan diberikan masker dan penalti berupa membaca Al-Fatihah dan bersih-bersih,” sambung pria yang menjabat Sekda Kabupaten Demak tersebut.

Meski pasar menjadi klaster penularan Corona, Singgih menyebut pihaknya belum berencana menutup pasar besar di Demak. Menurutnya mayoritas orang yang ada di pasar sudah mengikuti rapid test dan hasilnya non-reaktif.

“Terkait di Pasar Sayung, hasil tracing yang positif sudah kita pegang, insyallah tidak ada sumber penularan, namun bukan berarti kita tak melakukan banyak hal. Di pasar itu bulan hanya orang Demak saja, melainkan dari luar Demak juga. Oleh itu kita mempersempit akses orang di luar Demak yang membawa sesuatu ke Demak,” urainya.

Pihaknya mengaku rutin melakukan rapid test di sejumlah tempat keramaian hingga Puskesmas di Kabupaten Demak, dan saat ini sudah 4.500 orang yang dites. Singgih menuturkan pihaknya juga melakukan rapid test di salah satu pabrik usai ada temuan kasus baru Corona di wilayahnya.

“Hari ini kita lakukan (rapid test) sekitar 250 karyawan (pabrik), karena beberapa hari lalu ditemukan 6 yang positif. Kemudian masjid-masjid dan pesantren,” tambah Singgih.

Dia memerinci dari enam kasus positif Corona itu, empat di antaranya merupakan warga Semarang dan kini sudah melakukan isolasi mandiri. Kemudian dua orang sisanya merupakan warga asal Pati, salah seorang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumahnya, dan seorang lainnya menjalani karantina di Gedung Balai Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Demak.

Dari data gugus tugas hari ini total ada 246 karyawan salah satu pabrik di Demak yang mengikuti rapid test dengan hasil nonreaktif. Kemudian sembilan karyawan lainnya dijadwalkan untuk rapid test besok Rabu (17/6).

Hingga saat ini, tercatat ada 179 kasus positif Corona di Demak. Dengan rincian 78 orang dirawat, 48 orang isolasi mandiri, 24 orang sembuh, dan 31 orang meninggal.

Dari data gugus tugas, 31 orang yang terpapar virus Corona meninggal itu dirawat di Demak maupun luar Demak. Dengan rincian 50 persen dirawat di RSUD Kalijaga, dan sisanya dirawat di Kudus dan Semarang.(dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Popular

Komentar