Mahasiswa IAIN Kudus Wisuda Online, Rektor: Kesakralan Tetap Ada

124

SMOL.ID, KUDUS – Suasana wisuda di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus terasa berbeda. Biasanya ribuan mahasiswa datang untuk prosesi sakral ini. Namun di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), wisuda digelar secara online dan hanya dihadiri beberapa wisudawan serta dosen saja.

Wwisuda ke-27 program sarjana dan wisuda ke-9 program pascasarjana IAIN Kudus tahun 2020 digelar secara online. Ada beberapa wisudawan yang hadir langsung di ruang sidang Gedung Rektorat Lantai 3.

Tidak hanya itu, di ruang tersebut juga disediakan layar monitor dua sisi. Di monitor para wisudawan bisa menyaksikan prosesi wisuda melalui aplikasi online.

“Yang diwisuda berjumlah 476 mahasiswa secara daring (online) karena situasi kondisi Covid-19 belum aman,” terang Rektor IAIN Kudus Mudzakir selepas acara wisuda kepada wartawan di Kampus IAIN Kudus, Jl Conge, Kudus, Sabtu (27/6/2020).

Mudzakir menjelaskan wisuda secara online ini dilakukan karena dikhawatirkan jumlah wisudawan akan semakin menumpuk. Apalagi, kondisi pandemi virus Corona belum jelas kapan selesainya.

“Karena ketika wisuda itu kami tunda akan menumpuk, akan menjadi sangat banyak dan yang penting lagi adalah supaya mahasiswa segera bisa memanfaatkan ijazah yang diberikan karena perkiraan 2020 bulan November kira-kira (proses wisuda) masih berjalan secara daring,” terangnya.

Ia mengakui jumlah mahasiswa yang diwisuda hari ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan ketika sebelum ada pandemi Corona. Biasanya sebelum ada pandemi ini, jumlah mahasiswa yang diwisuda mencapai 1.300 mahasiswa. Namun ini mengalami penurunan hingga 50 persen.

Proses wisuda secara online di kampus IAIN Kudus, Sabtu (27/6/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

“(Penurunan jumlah wisudawan) sekitar 50 persen. Biasanya 1.300 wisudawan, periode kemarin saja ada 1.100 wisudawan. Penurunan ini karena banyak hal proses pembelajaran belum bisa normal, proses skripsi tesis juga belum normal sehingga terjadi penurunan yang signifikan,” jelas Mudzakir.

Meskipun demikian, kesakralan prosesi wisuda tetap ada. Tahapan wisuda juga seperti biasa. Tak hanya itu, mahasiswa yang menjalani wisuda di rumah tetap mengenakan toga.

“Kesakralan, ya kita penuhi tahapannya rasa wisuda yang sakral bagi mereka tetap ada. Kita berikan kesempatan ada di rumah tetap menggunakan toga supaya terasa sedang di wisuda begitu,” tandas Mudzakir.
(dtc)

Tinggalkan Balasan