Ini Curhat Kades di Sayung, Demak kepada Presiden Jokowi

542
Kades Bedono, Sayung, Demak, Agus Salim menancapkan tonggak sebagai penanda jalan desa. Sehingga saat jalan tertutup air rob hingga setinggi 30 cm atau lebih, masyarakat masih bisa tahu bahwa di sana ada jalan yang menghubungkan dari dukuh ke dukuh lainnya. (Ali Arifin - aa)

SMOL.ID – DEMAK – Menjadi kepala desa yang wilayahnya sudah selama 15 tahun terpapar abrasi rob, H Agus Salim benar-benar harus bekerja keras. Ini curhatnya ke Presiden Jokowi.

Selain kepada Presiden Joko Widodo, curhat yang disampaikan via video yutub itu juga ditujukan kepada Bupati Demak HM Natsir dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Curhatan itu disampaikan dalam video Youtube dengan durasi sekitar 2 menit. Saat curhat, Agus Salim lagsung berada di lokasi kejadian, yakni di jalan desa yang tergenang air rob, serta rumah ketua RT 05/RW 01 yang juga tergenang air rob.

Berikut Curhat Kades Agus Salim:

”Siang pukul 14.00, di Dukuh Bedono, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak air rob beranjak naik. Tinggi air rob sudah mencapai 30-40 cm di atas jalan desa yang tentunya lebih tinggi dari rumah-rumah warga. Saya berdiri di atas jalan desa yang panjangnya lebih dari 2,5 km. Ini setiap hari selama 15 tahun selalu terpapar air rob. Bahkan, akhir-akhir ini karena rob semakin tinggi, seluruh jalan desa setiap hari sudah direndam air rob,” jelasnya.

Ada 630 rumah warga Desa Bedono yang setiap hari kemasukan air rob. Ada yang sekitar 20-30 cm, 30 cm, bahkan ada yang kemasukan sekitar 1 meter.

”Sungguh memprihatinkan. Kami mewakili segenap masyarakat Desa Bedono, mohon kepada Bupati Demak Bapak HM Natsir, Gubernur Jateng Bapak Ganjar Pranowo, dan Presiden Bapak Jokowi untuk memberikan pencerahan solusi langkah konkret dalam hal menangani rob abrasi yang sudah 15 tahun belum kunjung teratasi dan terselesaikan menggenangi wilayah desa kami,” katanya.

Dia menambahkan, dalam kesehariannya, masyarakat Desa Bedono, Sayung, Demak, penuh keprihatinan dan kesusahan. ”Penuh tangisan dan air mata,” ujarnya.

Siapa Agus Salim?

Suami dari Hj Faidah (mahasiswi STIE Kota Semarang) itu lulusan SDN Bedono 3, MTs Miftahul Huda, Desa Kangkung, Mranggen, Demak (1999), dan MA Futuhiyyah Mranggen, Demak (2002).
Ayah dari Salim Abdulloh (santri/siswa SMP-IT Nurul Ikhlasi Desa Langon, Jepara) itu pernah duduk di bangku Fakultas Pendidikan Universitas Setyagama Jakarta. Kini Agus juga masih kuliah di STIE Kota Semarang.

Kades Agus Salim berada di dalam rumah warga Dukuh Bedono yang tergenang air rob pada pagi, siang, sore, hingga petang. (ALi Arifin – aa)

Agus pernah nyantri di Ponpes Darul Istiqomah Desa Sambung, Godong, Grobogan; Darut Taqwa Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang; dan Futuhiyyah, Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Demak.

Karena aktivitasnya di bidang sosial dan bisnis, warga Dukuh Bedono ini kadang juga tinggal di rumahnya yang lain. Yakni, di Jl Tegalrejo Timur 1 RT 10/Rw 03 Kelurahan Tlogomulyo, Pedurungan, dan Karangroto Mawon, Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Sejak 2002 Agus mengaku sudah menekuni jual beli tanah, melayani kaplingan tanah, dan jual beli rumah.

Bahkan jual beli sepeda motor dan mobil serta usaha kos-kosan serta berjualan semua jenis hasil pertanian pun dia lakoni.

Sementara dia juga aktivis masjid, pengajian, pendidikan, sosial, serta seorang mubaligh. (Ali Arifin – aa)

Tinggalkan Balasan