Naik ‘Transbuck’, Kafe Bus Ajak Penumpang Keliling Kota Solo Sambil Ngopi

100
Transbuck'. Kafe bus di Solo/dtc

SMOL.ID, SOLO – Sensasi ngopi sambil keliling kota bisa kamu rasakan dengan naik ‘Transbuck’. Kafe bus ini merupakan inovasi wisata kuliner terbaru di Solo.

Berhenti beroperasi berbulan-bulan karena pandemi Covid-19, menuntut perusahaan bus pariwisata berinovasi. Di Solo, bus pariwisata disulap menjadi kafe bus yang membawa pengunjung keliling kota.

Adalah perusahaan bus pariwisata Mata Trans Solo yang telah memulai inovasi sejak beberapa hari lalu. Bus bernama ‘Transbuck’ itu membawa pengunjung menikmati suasana Kota Solo selama sekitar satu jam.

Dalam sehari, Transbuck melayani lima kali perjalanan, yakni mulai pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pemberangkatan dilakukan dari markas yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar.

kafe bus di solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikfood

Sesuai dengan protokol kesehatan, dari kapasitas bus 50 orang hanya disediakan maksimal 28 kursi. Sebelum masuk bus, konsumen dicek suhu tubuh dan tangan mereka disemprot hand sanitizer.

Di dalam bus, kursi didesain berbeda, yakni empat kursi dibuat saling berhadapan. Di tengahnya terdapat satu meja kecil untuk meletakkan makanan dan minuman.

Tiap orang dikenai tarif Rp 50 ribu. Konsumen akan mendapatkan paket berupa sebotol kopi gula aren atau cokelat plus makanan ringan dan perjalanan keliling kota.

Rute perjalanan bus mulai dari Colomadu, melewati Stadion Manahan, Loji Gandrung, patung Slamet Riyadi, Balai Kota Solo, Pasar Gede, Benteng Vastenburg, Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta, Pasar Klewer, dan kembali ke garasi.

kafe bus di solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikfood

Direktur Mata Trans, Sukamdi, mengatakan ide tersebut diuji coba setelah perusahaannya berhenti total melayani perjalanan wisata. Dia mencontoh beberapa negara yang memiliki wisata perpaduan transportasi dengan kuliner.

“Insan pariwisata sangat terpuruk karena COVID-19 ini, maka kita berinovasi membuat Transbuck. Seperti di Inggris, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) ada wisata makan di perahu, maka kita coba pakai bus,” kata Sukamdi, Rabu (24/6/2020)

kafe bus di solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikfood

Terkait kondisi perusahaan selama pandemi, bus di garasi sama sekali tidak keluar untuk melayani perjalanan wisata. Padahal biasanya, 40 bus mereka selalu silih berganti beroperasi dalam satu bulan.

Adapun Transbuck ini masih akan terus dikembangkan. Sukamdi mengatakan nantinya akan melayani perjalanan jarak jauh.

“Sekarang baru satu unit dan hanya dalam kota. Nanti bisa dikembangkan trip jarak jauh, seperti untuk meeting,” tutup Sukamdi.(dtc)

Tinggalkan Balasan