FT Unnes Sosialisasikan Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Alam

195
Ketua Tim pengabdian FT Unnes, Rr Dewi Artanti Putri ST MT menyerahkan 88 botol spray berisi hand sanitizer berbahan baku alami kepada ketua PKK RT 04/RW01 Sekaran, Gunungpati, Semarang, Ny Sri Aryati, Selasa (30/6/2020). (Ali Arifin - aa)

SMOL.ID – SEMARANG – Persiapan memasuki ”New Normal” Tim Pengabdian Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyosialisasikan pembuatan hand sanitizer berbahan baku alami. Sosialisasi sekaligus penyerahan bantuan 88 botol spray berisi hand sanitizer itu dilaksanakan di Kampung Sringing, Patemon, Gunungpati dan RT 04/RW 01 Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (30/6/2020).

”Update dari Pemkot Semarang per 30 Juni 2020, sebanyak 608 warga positif Covid-19. Sementara pemerintah telah menetapkan era ‘New Normal’ di mana kita hidup normal, namun harus tetap waspada karena ‘berdampingan’ dengan Covid-19. Sehingga masyarakat harus siap,” jelas Rr Dewi Artanti Putri ST MT, ketua Tim Pengabdian Fakultas Teknik Kimia Unnes di sela sosialisasi dan penyerahan bantuan hand sanitizer.

Proses pembuatan hand sanitizer berbahan baku alami oleh tim Pengabdian Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) di lab FT Unnes. (dok)

Tim pengabdian FT Unnes di Kampung Sringing yang diketuai Rr Dewi Artanti Putri ST MT itu beranggotakan tujuh dosen Teknik Kimia. Yakni, Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas ST MT, Dr Dewi Selvia F ST MT, Dr Astrilia Damayanti ST MT, Prof Dr Wara Dyah Pita Rengga ST MT, Bayu Triwibowo ST MT, Dhoni Hartanto ST MT MSc, dan Nadya Alfa Cahya ST MT.

Rr Dewi Artanti Putri yang akrab dipanggil Tanti ini menambahkan, salah satu kewajiban dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat.

”Untuk itu, terkait dengan era ‘New Normal’ ini, kami Tim Pengabdian FT Unnes Semarang melakukan kegiatan pengabdian di Kampung Sringing, Patemon, Gunungpati dan Jl Cempakasari Timur Raya Sekaran RT 04/RW 01 Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang. Kami menyosialisasikan pembuatan hand sanitizer berbahan alam, yaitu lidah buaya dan menyerahkan disinfektan untuk lingkungan sekitar.”

Proses pembuatan hand sanitizer berbahan baku alami oleh tim Pengabdian Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) di lab FT Unnes. (dok)

Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas, anggota tim pengabdian menyatakan tujuan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran dan penularan virus covid-19.

”Disinfektan penting untuk digunakan ke masjid dan tempat berkumpulnya masyarakat,” kata Ratna.

Tim berharap warga RT 04/RW 01 Sekaran Gunungpati dan warga Kampung Sriging, Patemon, Gunungpati, Semarang bisa membuat hand sanitizer berbahan lidah buaya secara mandiri serta lingkungan aman setelah penyemprotan disinfektan.

”Sesuai dengan arahan pemerintah yang membatasi adanya perkumpulan pada saat pandemi Covid-19, sosialisasi dilakukan dengan cara membagikan leaflet sebagai media edukasi dan contoh hand sanitizer berbahan lidah buaya,” ujar Dewi Selvia F, anggota tim yang lain.

Beberapa perwakilan warga (karena memang dibatasi) begitu antusias saat Tim Pengabdian Masyarakat FT Unnes dibantu empat mahasiswa FT Unnes yakni Raihan Mukti Ramadhan, Pragusti Lintang Adhi Nanggala, Desy Hikmatul Siami, dan Meiliana menjelaskan cara membuat had sanitizer berbahan baku alkohol dan sari lidah buaya.

”Masyarakat bisa membuat hand sanitizer secara mandiri. Haluskan batang lidah buaya menjadi gel, ambil sarinya. Sari lidah buaya itu kemudian dicampur alkohol berkadar 96% ditambahkan sejumlah air. Kadar alkohol yang terkandung dalam hand sanitizer kemudian menjadi 75-85% sesuai arahan World Health Organization (WHO),” jelas Astrilia Damayanti.

Kegiatan pengabdian masyarakat dosen yang didanai oleh dana DIPA FT Unnes 2020 ini berlangsung dengan lancar. Penyerahan disinfektan dan hand sanitizer dilakukan di rumah ketua PKK RT 04/RW01 Sekaran, Gunungpati Semarang, Ny Sri Aryati dan tokoh masyarakat Kampung Sriging Patemon, Misbahudin.

”Inovasi yang dikenalkan ini sejalan dengan prinsip perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang yang mengusung tema konservasi ini,” tandas Bayu Triwibowo. (Ali Arifin – aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here