Kerja Jika Berorientasi Uang Akan Capek

135
Koordinator Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Unnes Prof Dr H Tri Joko Raharjo MPd. (Ali Arifin - aa)

SMOL.ID – SEMARANG – Ini wulangreh atau pitutur luhur dari salah satu begawan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr H Tri Joko Raharjo MPd. ”Kerja itu kalau orientasinya mencari uang, lama kelamaan akan capek. Sangat jauh berbeda jika kerja diniati ibadah selamanya akan terasa nyaman.”

Penampakan di layar laptop saat workshop daring kerjasama antar Pasca Unnes dan Kantor Kemenag Kota Semarang, Selasa (30/6/2020). (Ali Arifin – aa)

Hal itu diwejangkan oleh Prof Tri (panggilan akrabnya) yang juga koordinator Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Unnes itu kepada puluhan guru madrasah se Kota Semarang di aplikasi zoom meeting, Selasa (30/6/2020).

”Kalau mengajar jangan berorientasi duit. Lama-kelamaan kita akan capek. Beda jika para guru berorientasi ibadah, itu akan nyaman. Saya bisa mengajar 50 SKS tiap minggu baik di Unnes, di UTS, di UMS, dsb. Saya merasa nyaman mengajar, karena itu bidang keilmuan yang saya geluti selama ini, dan berorientasi ibadah,” katanya.

Harianingsih tim Pengabdian kepada Masyarakat Pasca Unnes pembuatan hand sanitizer di madrasah, Selasa (30/6/20202). (Ali Arifin – aa)

Lebih jauh Prof Tri menjelaskan bahwa guru harus dekat dengan siswanya. Guru harus mampu memberi semangat kepada siswanya. Sering-sering menyanjung siswa yang berprestasi. Apapun bentuk prestasi itu. ”Tidak harus yang nilai pelajarannya bagus. Para siswa yang lain pasti memiliki beragam prestasi dan itu tidak harus di dalam kelas.”

Ada dua Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara daring yang diadakan oleh Prodi S2 Administrasi Pendidikan dan Prodi S3 Manajemen Pendidikan Unnes. Kegiatan itu hasil kerjasama dengan Kantor Kemenag Kota Semarang.

Pertama, Pengembangan Pendidikan yang Berkarakter dan Profesional di Madrasah oleh Prodi S2 Administrasi Pendidikan di bawah Koordinator Prodi Dr Arief Yulianto. Dan kedua, Pembuatan Hand Sanitizer di Madrasah oleh Prodi S3 Manajemen Kependidikan di bawah Koordinator Prodi Prof Dr Tri Joko Rahardjo MPd.

Koordinator Prodi Magister Manajemen Pendidikan Unnes Dr Arief Yulianto SE MM dalam workshop daring Pasca Unnes kerjasama dengan Kantor Kemenag Kota Semarang Selasa (30/6/2020). (Ali Arifin – aa)

Direktur Pascasarjana Unnes Prof Dr H Agus Nuryatin MHum dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu berharap workshop secara daring via zoom meeting bisa bermanfaat. Para guru madrasah peserta workshop diharapkan bisa mengaplikasikan hasil workshop dan mengajarkannya kepada para siswanya.

”Teman-teman di lingkungan Kantor Kemenag Kota Semarang, jangan berhenti sampai di sini. Saya harap tetap dilanjutkan kerjasama dengan Unnes untuk kegiatan-kegiatan yang bisa bermanfaat,” katanya.

Agus berpesan kepada para guru yang mengabdi di madrasah untuk tetap semangat mengajar. ”Dengan imbalan tidak begitu besar, namun dengan motivasi dan ketulusan, insya Allah akan mendapatkan manfaat yang luar biasa.”

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Dr H Moch Fatkhuronji SAg MPd.I mengapresiasi kegiatan workshop daring tersebut.

”Saya benar-benar mengapresiasi kegiatan ini, baru Unnes yang melakukannya. Ini workshop untuk membangun karakter bangsa ke depan, memberi nilai tambah bagi para pesertanya dan anak-anak didiknya,” katanya.

Dia menjelaskan di Kota Semarang da 135 Raudhlotul Atfal (RA) setara Taman Kanak-kanak TK, dengan jumlah gurunya 650 orang. Adapun jumlah Madrasah Ibtida’iyah (MI) ada 90 buah.

”Jika dirata-rata satu MI gurunya ada 10, maka jumlah guru MI di Kota Semarang ada 900 orang. Demikian pula Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang jumlahnya mencapai 38 buah dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 20 buah.”

Menurut dia, di lingkungan Kemenag Kota Semarang, banyak sumber daya manusia (SDM) bisa ”digarap” sebagai proyek percontohan dengan tema Pendidikan Karakter. Kerja sama ini sebaiknya diresmikan dengan penandatanganan MoU antara Unnes Semarang dan Kemenag Kota Semarang.

”Tema pedidikan karakter ini menarik. Ini harus ada intervensi budaya dan pembiasaan secara kultural. Guru punya ilmu dan berkarakter baik maka bisa diturunkan kepada para siswanya. Kerjasama bisa dilaksanakan dalam bentuk workshop, pelatihan, dan diklat-diklat,” tandasnya.

Koordinator Prodi Magister Manajemen Pendidikan Unnes Dr Arief Yulianto SE MM menjelaskan ada 87 peserta workshop kerjasama S2 dan S3 Unnes dengan Kantor kemenag Kota Semarang.

”Selain teman-teman di Kantor Kemenag, peserta workshop daring juga para guru di MI, MIN, MTs, hingga MA di Kota Semarang. Alhamdulillah, semoga kegiatan ini bermafaat,” kata Arief Yulianto didampingi tim pegabdian Harianingsih dan Angga Pandu Wijaya. (Ali Arifin – aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here