Pesan Menohok dari Menteri Yasonna Usai Pulangkan Buron Pembobol BNI

57
Pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa. (Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

SMOL.ID – JAKARTA – ‘You can run but you cannot hide’. Itulah pesan yang disampaikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kepada buron tersangka pembobolan BNI Rp 1,7 triliun, Maria Paulina Lumowa yang diekstradisi ke Indonesia.

“Jadi ini barangkali yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini baik untuk bangsa,” kata Yasonna dalam jumpa pers di Bandara Soetta, Kamis (9/7/2020).

“Saya katakan, you can run but you cannot hide,” sebut Yasonna.

Yasona memegang prinsip ‘You can run but you cannot hide’ yang artinya ‘Anda bisa lari tapi tak bisa bersembunyi’ itu.

“Ini barangkali yang mau kita, prinsip ini yang harus kita tegakkan terus,” tegas Yasonna.

Dalam kesempatan itu, Yasonna juga menjelaskan aparat tak menutup kemungkinan melakukan pemulihan aset dari kasus Maria Pauline Lumowa. Ada kemungkinan aset Maria Pauline Lumowa di luar negeri juga bakal disasar setelah proses penyidikan tuntas.

“Melalui proses hukum ini, nanti setelah penyidikan tentunya, kami, penegak hukum lainnya, bersama-sama akan melakukan asset recovery kalau ada harta-harta diperkirakan masih ada dan belum dapat kita ada harta-harta yang di negara lain, termasuk Belanda,” tegas Yasonna.

Sekilas tentang Maria Pauline Lumowa. Dia merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat letter of credit(L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Maria kabur dari Indonesia ke Singapura. Dia terjejak menetap di Belanda. Pelarian Maria berakhir setelah dirinya ditangkap di Serbia pada Juli 2019.

Setahun sudah pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi senyap untuk memulangkan Maria ke Tanah Air. Hingga akhirnya Maria diekstradisi dari Serbia dan telah tiba di Indonesia. Buronan ini kini menjalani proses hukum di Bareskrim Polri. (dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here