Dokter Mantan Ketua GP Ansor Kota Semarang Meninggal karena Covid-19

1049

SMOL.ID – SEMARANG – Ahmadi Nur Huda, dokter yang pernah menjadi Ketua GP Ansor Kota Semarang, meninggal dunia karena Covid-19. Ahmadi, salah satu dokter yang menangani pasien covid-19 di rumah sakit RSUD KRMT Wongsonegoro, itu meninggal dunia pada Jumat (10/7/2020).

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro dr Susi Herawati MKes menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr H Ahmadi NH SPKj.

”Almarhum pribadi yang sangat baik dan selalu mengutamakan pelayanan pada pasiennya. Semoga keluar yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. Selaman jalan sahabat, rekan sejawat, dan pahlawan kemanusiaan,” katanya.

Kabar duka ini juga disampaikan Said Muhtar, dosen Falkultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia di akun facebook-nya, setelah sholat Jumat (10/7/2020).

”Hari Jumat, kakakku gugur karena berjuang lawan Covid-19. Mas Madi biasa aku memanggilnya. Seorang dokter yang juga pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Manbaul Barokah, Penggaron Kidul, Kota Semarang. Telah gugur karena merawat orang yang terkena Covid,” kata Said Muhtar.

Said menyatakan, meskipun seorang dokter, kakaknya juga pernah menjadi Ketua GP Ansor Kota Semarang.

”Saya bangga mempunyai kakak seperti dia. Alfatikhah.” Dokter Ahmadi dimakamkan di Pemakaman Kuncen, Pintu Air Blancir, Kota Semarang, Jumat (10/7/2020).

Kabar meninggalnya dokter Ahmadi juga dibenarkan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Elang Sumambar.

“Pukul 06.45 dokter Ahmadi meninggal. Sudah dimakamkan,” kata Elang, Jumat (10/7/2020).

Elang mengatakan, Dr Ahmadi meninggal dengan status positif covid-19, dengan penyakit penyerta atau komorbid yaitu sakit gula.

Dengan demikian saat ini, sudah ada tiga dokter di Kota Semarang yang meninggal karena positif covid-19.

Sebelumnya, dua dokter anggota IDI Semarang yang meninggal karena positif covid-19 yaitu dr Sang Aji Aneswara yang bekerja di Puskesmas Karanganyar Tugu.

Beberapa waktu sebelumnya, saudara dr Sang Aji, yaitu dr Elliana Widiastuti juga meninggal karena positif covid-19. Dr Elliana berstatus sebagai dokter di Puskesmas Halmahera Semarang.

Elang mengimbau kepada para dokter yang usianya di atas 55 tahun dan mempunyai penyakit kronik, hipertensi, diabetes, jantung, dan penyakit kronik lainnya untuk tidak menangani pasien Covid-19.

”Seandainya dalam kondisi terpaksa. Saat itu tidak ada dokter yang berusia di bawah 55 tahun, sementara pasien Covid-19 butuh penanaganan cepat?” tanya smol.id.

”Organisasi profesi siap memback up,” tegasnya. (Ali Arifin – aa)

1 KOMENTAR

  1. Bpk dr h ahmadi..beliau orang yg sgt baik
    Sy selaku tetangganya..cm bs berdoa semoga bpk di beri tempat terindah di sisiNYA amiin ya robbalalamin..utk umi maesaroh semoga d beri keikhlasan dan ketabahan ..amiin

Tinggalkan Balasan