Masuk Zona Hijau Corona Tapi Sekolah di Klaten Masih Online, Ini Alasannya

501
Foto: Bupati Klaten, Sri Mulyani, Senin (13/7/2020). (Achmad Syauqi/detikcom)

SMOL.ID, KLATEN – Meskipun sudah dinyatakan sebagai zona hijau penularan virus Corona atau Covid-19, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Klaten masih digelar secara online. Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Corona di Klaten mengaku masih mengkaji kemungkinan KBM tatap muka.

“Setelah kita evaluasi masih ada penambahan kasus, akan menjadi kebijakan yang sangat penting bagi kami untuk menerapkan kegiatan belajar tatap muka. Ini yang akan kita kaji dulu,” ungkap Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Corona atau Covid-19 Kabupaten Klaten, Sri Mulyani saat ditemui di balai desa Karanglo, Kecamatan Karanganom, Senin (13/7/2020).

Mulyani yang juga Bupati Klaten menjelaskan Klaten ditetapkan sebagai zona hijau oleh BNPB tanggal 5 Juli lalu. Pemkab akan menggelar rapat untuk membahas perkembangan terkini kasus Corona di Klaten.

“Dari Gugus Tugas nasional Klaten di zona hijau. Namun kita akan melakukan rapat apakah ada perkembangan kasus setelah diumumkan (zona hijau) dan ini saya belum mendapatkan laporan,” lanjut Mulyani.

Oleh karena itu, jelas Mulyani, Klaten masih akan menerapkan sistem belajar online. Langkah selanjutnya akan ditentukan setelah ada evaluasi terkait kasus Corona di wilayahnya.

“Sampai kapan (daring) ya dilihat tren perkembangan Covid sebab zona rendah itu sudah diumumkan minggu lalu tapi setelah dievaluasi ternyata masih ada penambahan,” sambungnya.

Orang tua siswa SDN 2 Delanggu, Kecamatan Delanggu, Hikma, mengatakan sekolah sudah menyosialisasikan belajar anak masih dilakukan secara online. Menurutnya, sekolah secara online memang tidak mudah. Namun dia mengatakan orang tua juga tidak bisa berbuat banyak saat ini.

“Sudah diumumkan dengan sistem daring dan kesulitan pasti ada tapi bagaimana lagi,” katanya saat ditemui di SDN 2 Delanggu.

Menurut Hikma, bagi orang tua yang baru punya anak masuk SD harus menyesuaikan diri. “Tapi untungnya anak saya yang besar masuk SMP jadi sebelumnya sudah daring di SD, adiknya tinggal meneruskan,” sambung Hikma.

Sementara itu, orang tua siswa salah satu SD swasta di Klaten, Erma, mengaku selama anaknya selama ini belajar secara online tapi tanpa tatap muka melalui video call. Tugas yang diberikan sekolah disampaikan lewat WhatsApp (WA).

“Padahal tatap muka itu penting. Ini saya usulkan ke sekolah agar ada tatap muka dengan teknologi kan sekarang mudah,” ungkap Erma di rumahnya.(dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here