Penjelasan Pemkab Brebes Soal Goyang Dangdut Bupati Saat Gowes Massal

31
Bupati Brebes Idza Priyanti menyanyi dan joget dangdut di acara gowes massal. (Foto: Imam Suripto/detikcom)

SMOL.ID, BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyesalkan acara gowes massal yang dihadiri Bupati Brebes Idza Priyanti. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes pun memberi penjelasan soal kehadiran Idza hingga dia ikut dangdutan di acara yang digelar Karang Taruna Desa Kalijurang itu.

“Kehadiran Bupati pada kegiatan tersebut justru bermaksud untuk mengedukasi masyarakat Kalijurang agar memakai masker, jaga jarak dan tingkatkan imun tubuh,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Tatag Koes Adiyanto saat ditemui di kantornya, Jalan MT Haryono, Brebes, Senin (13/7/2020).

Tatag menyebut kegiatan tersebut dinilai positif sehingga Idza dan sejumlah pejabat lain menghadiri undangan tersebut. Dalam sambutannya, menurut Tatag, Idza pun tetap menganjurkan peserta tetap memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun.

“Namun pada saat bupati hendak bernyanyi, dan memberikan sambutan, maka bupati menurunkan masker ke lehernya agar suaranya terdengar jelas” tutur Tatag.

Tatag menyebut Bupati Brebes juga sudah menyampaikan permohonan maaf ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pihaknya berjanji bakal lebih memperketat protokol kesehatan di sejumlah kegiatan.

“Kepada gubernur (Ganjar), bupati telah menyampaikan bahwa ke depannya akan lebih selektif dan perketat protokol kesehatan di berbagai kegiatan agar terhindar dari Covid-19,” ucap Tatag.

Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan sekitarnya berkumpul di lapangan Desa Kalijurang hari ini. Mereka mengikuti acara gowes bareng yang diselingi hiburan dangdut organ tunggal. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Brebes Idza Priyanti dan sejumlah pejabat lain.

Idza dan pejabat lain hadir di acara tersebut sebagai undangan. Dalam acara itu sempat menyanyikan lagu berjudul Kereta Malam sambil berjoget di hadapan para peserta.

Gubenur Ganjar pun menyesalkan acara tersebut. Dia menegaskan kegiatan yang mengundang kerumunan tersebut berbahaya di tengah pandemi virus Corona atau CovidD-19.

“Barusan saya dilapori teman-teman di Brebes, ada masyarakat dan kades yang lapor saya. Langsung saya lihat berita dan videonya. Lho, itu kan berbahaya,” kata Ganjar di rumah dinasnya, Minggu (12/7).

Dari laporan yang diterima Ganjar, ia kemudian melihat sendiri video acara tersebut. Menurut Ganjar, acara yang dihadiri Bupati Brebes itu berbahaya.

“Saya lihat videonya, itu berbahaya,” tegas Ganjar.

“Saya WA Bupati dan Wakilnya agar acara-acara massal jangan dulu,” imbuhnya.(dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here