Unnes Cabut Skors Dosen Sucipto yang Dinilai Posting ‘Hina Jokowi’

7
Sucipto Hadi Purnomo (Foto: Dok. Pribadi)

SMOL.ID, SEMARANG – Sucipto Hadi Purnomo, dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dinonaktifkan karena status Facebook akhirnya bisa kembali mengajar. Rektor Unnes mencabut penonaktifan Sucipto.

Dalam siaran pers disebutkan pengaktifan ditandai dengan penyerahan Keputusan Rektor Unnes No B/401/UN37/HK/2020 tentang Pencabutan SK Rektor No B/167/UN37/HK/2020 tentang Pembebasan Sementara dari Tugas Jabatan Dosen atas nama Dr Sucipto Hadi Purnomo SPd MPd, pada Jumat, 24 Juli 2020.

“Di masa ini kita akan jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak, kita semua sesama anak bangsa harus terus tumbuh dan perkembangan dengan hal-hal yang positif. Kami ini kan satu keluarga Unnes. Sekarang waktunya bersama untuk memajukan Unnes sehingga Unnes makin unggul,” kata Rektor Unnes, Fathur Rokhman dalam siaran persnya, Minggu (26/7/2020).

Dengan diaktifkan Sucipto, maka otomatis dipulihkannya tugas, fungsi, dan hak-hak kepegawaian Sucipto sebagai dosen termasuk tunjangan sertifikasi dosen dan remunerasi yang selama lima bulan terakhir ini tidak dicairkan akan diberikan.

“Jangan sampai energi kita terlalu banyak tersita untuk hal-hal yang tidak produktif,” tandas Fathur.

Sementara itu saat dikonfirmasi Sucipto membenarkan dirinya kembali mengajar sebagai dosen Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. “Iya betul,” kata Sucipto.

Sucipto mengatakan pihaknya akan tetap menjadi mitra kritis untuk rektor dan pejabat kampus lainnya.

“Saya tetap akan kritik Rektor dan siapa pun pejabat publik sebagai bagian dari tanggung jawab akademisi. Dan itu saya sampaikan kepada Rektor saat penyerahan SK, dan beliau tidak berkeberatan. Sebab sikap kritis itulah jati diri akademisi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Rektor Unnes menonaktifkan Sucipto pada 14 Februari 2020 terkait diduga melakukan pelanggaran disiplin kepegawaian. Pelanggaran berkaitan dengan postingan di Facebook setahun silam yang menyinggung nama Presiden Joko Widodo dan cucunya, Jan Ethes.

Setelah 90 hari menerima SK penonaktifan dirinya, Sucipto menggugat lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kini persidangan telah melampaui tahap tanggapan tergugat atas gugatan penggugat.

“Dengan tiadanya lagi objek gugatan, secara otomatis proses persidangan akan dimohonkan oleh kedua pihak untuk dihentikan,” ujarnya.(lin/smol/dtc)

Tinggalkan Balasan