Penjelasan Ganjar soal Perbedaan Data Covid-19 di Jateng dan Pusat

4
Ganjar Pranowo di Kudus, (1/7/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

SMOL.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara soal perbedaan data kasus Covid-19 di website Jateng dan pusat. Menurutnya, saat ini upaya penyamaan data masih terus dilakukan.

Ganjar Pranowo mengatakan data antara website Jateng dengan pusat sempat hampir sama dan terpaut hanya 8 kasus. Namun ketika perbedaan kembali makin melebar, Ganjar juga mempertanyakan.

“Kemarin sudah terpaut hanya 8 ya, eh, kok kembali lagi, bengkak lagi. Maka kemarin GRMS (Government Resources and Management System) saya minta lagi-lagi komunikasi, masalahnya apa?” kata Ganjar, Kamis (30/7/2020).

Ganjar pun berharap ada kesepakatan pelaporan data ke daerah maupun pusat dari laboratorium agar bisa bersamaan. Untuk pihak provinsi Jateng sendiri saat ini pembaruan data di corona.jatengprov.go.id hanya dilakukan sekali dalam sehari, yakni pada pukul 12.00 WIB.

“Maksud saya baik di daerah atau kabupaten, di laboratorium, rumah sakit maupun pusat, udah deh data dibuka saja, enggak apa kok, buka aja. Karena semua keluarnya dari lab maka dari lab sebaiknya segera disampaikan, kalau mau keluar kalau bisa janjian, kalau perlu cut off time-nya kita buat jam 12.00 WIB, titik. Begitu jam 12.00 launching maka semua bisa verifikasi,” jelas Ganjar.

“Untuk yang merasa janggal, kita kasih note di bawahnya, data kami ambil dari ini-ini kalau ada kekeliruan barangkali dari daerah bisa melakukan verifikasi ulang,” imbuhnya.

Ganjar juga menjelaskan kemungkinan perbedaan data pada jumlah kematian karena adanya data delay yang tersimpan. Kemudian ketika dipublikasi dalam waktu bersamaan seolah kematian bertambah banyak dalam sehari.

“Mungkin yang sulit bukan data yang positif tapi data delay, jadi data kematian yang belum di-launching di pusat, kan masih ada ‘tabungan’, kalau di-launching bareng kan tiba-tiba Jateng sekian ratus orang naik. Sudahlah mungkin telat launching aja, tapi publik harus tahu, bukan berarti ada penambahan (langsung banyak) tapi ada data delay,” katanya.

Sementara itu dari website corona.jatengprov.go.id yang diperbarui pukul 12.00 WIB kemarin, diketahui ada 9.469 kasus positif Covid-19 dengan rincian 3.064 dirawat, 5.565 sembuh, dan 840 meninggal.

Sementara itu dikutip dari covid19.go.id hari ini, diketahui ada 9.281 kasus Corona di Jateng dengan rincian kesembuhan 5.139 orang dan kematian ada 606 kasus.(lin/smol/dtc)

Tinggalkan Balasan