1,3 Ton Sarang Walet Senilai Rp 26,8 M Diekspor ke Taiwan

16
Pejabat Karantina Pertanian Semarang, drh Titi Rahardianti Purnowo yang juga penanggungjawab wilayah kerja Bandara A Yani mengamati sarang Walet yang akan diekspor ke Taiwan. (dok Karantina Pertanian Semarang)

SMOL.ID – SEMARANG – Badan Karantina Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang mengapresiasi langkah para pelaku industri sarang walet Jawa Tengah yang berhasil mengekspor ke sejumlah negara hingga mampu menambah devisa negara.

Hal itu ditegaskan Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Parlin Robert Sitanggang, Sabtu (1/8/2020).

”Taiwan menjadi salah satu tujuan ekspor komoditas ini yang nilainya patut dipertimbangkan. Di tahun 2020 periode Januari hingga Juni ekspor sarang burung walet ke Taiwan mencapai 1,3 ton atau senilai Rp 26,8 miliar,” jelasnya.

Biasanya, lanjut Parlin, ekspor sarang burung walet ke Taiwan tidak dalam jumlah banyak dan merupakan milik perorangan namun rutin dilakukan. Pekan lalu, 3 kg sarang burung walet berbentuk mangkok yang sudah diproses, diekspor ke Taiwan. Sarang burung ini terbagi dalam 5 kemasan 0,6 kg yang dikirim melalui ekspedisi yang diterbangkan dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

”Pemeriksaan fisik secara organoleptik dilakukan oleh pejabat Karantina Pertanian Semarang untuk memastikan komoditi ini sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi dan diterbitkan sertifikat sanitasi produk hewan sebagai jaminannya.”

Menurut informasi pemilik, permintaan sarang burung walet ini untuk penambah daya tahan tubuh masa pandemi COVID-19 sekarang ini. Meskipun nilai ekspor tersebut dibilang sangat sedikit, tapi memiliki risiko dalam penyebaran HPHK.

”Oleh karena itu, berapapun jumlah komoditas yang hendak dilalulintaskan harus laporkan ke kami. Karantina Pertanian Semarang selalu mendukung akselerasi ekspor dengan memberikan kemudahan dan kepastian dalam pelayanan,” tegasnya. (Ali Arifin – )

Tinggalkan Balasan