Anjing Asal Demak Ditangguhkan Masuk ke Kalimantan

14

SMOL.ID – SEMARANG – Dengan dibukanya kembali angkutan laut menuju Kalimantan, banyak dimanfaatkan masyarakat berlayar ke seberang untuk bekerja atau mengunjungi kerabat.

Tak jarang mereka membawa serta hewan kesayangan mulai dari burung, ayam, kucing hingga anjing. Kali ini hewan yang dibawa berupa anjing bernama Channel. Anjing ini berasal dari Demak.

Menurut pengakuan pemilik, anjing ini sudah divaksin rabies dan akan dikirim ke Kumai untuk cucu tercinta. Segenap asesoris mulai dari baju, pita, rantai hingga makanan pun disertakan dalam rencana pengiriman ini.

Drh Fatimah Ratih, pejabat Karantina Pertanian Semarang yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Emas segera melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen berupa buku vaksinasi. Memang benar anjing ini telah divaksin namun dari catatan vaksinasi, waktu pelaksanaan vaksinasi rabies baru saja dilakukan. Dalam kurun waktu ini titer antibodi rabies belum terbentuk dengan maksimal.

Fatimah memberikan pemahaman kepada pemilik agar keberangkatan anjing ini ditunda hingga akhir Agustus. Tentunya sebelum diberangkatkan, akan dilakukan pengambilan darah dan pengujian untuk mengetahui titer antibodi rabies di laboratorium Karantina Pertanian Semarang.

”Titer antibodi protektif atau lebih besar sama dengan 0,5 IU menjadi syarat wajib yang harus di penuhi sebelum melalulintaskan anjing atau semua hewan pembawa rabies (HPR). Selain itu bawalah buku vaksinasi dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal sebagai kelengkapan dokumen saat pengurusan dokumen karantina,” kata Fatimah. (Ali Arifin – aa)

Tinggalkan Balasan