Pencarian 5 Wisatawan Hilang di Pantai Goa Cemara Bantul Disetop

1553
Tim SAR gabungan melakukan pencarian wisatawan terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Bantul, Kamis (6/8/2020. (Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta)

SMOL.ID – BANTUL – Upaya pencarian tim SAR gabungan terhadap lima wisawatan yang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kecamatan Sanden, Bantul hingga petang ini belum membuahkan hasil. Operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi.

Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso mengatakan, pencarian hari ini, SRU (search rescue unit) dibagi menjadi 2 SRU dengan penyisiran darat di seputar TKP ke arah barat dan timur pantai. Untuk SRU 1 melaksanakan penyisiran darat ke arah barat sejauh 500 meter dengan beach patrol dan pergerakan orang.

Sedangkan SRU 2 melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 500 meter dengan amphibious dan pergerakan orang. Semua itu dilakukan agar kelima korban cepat diketemukan.

“Tim SAR gabungan yang terlibat pada pencarian hari ini kurang lebih 50 personel dari berbagai unsur. Sampai pukul 17.30 WIB pencarian hari pertama masih nihil dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” kata Asnawi Suroso melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (6/8/2020).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh orang wisatawan asal Kabupaten Sleman terseret ombak saat bermain air di Pantai Goa Cemara, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Dari tujuh orang itu, dua di antaranya berhasil dievakuasi dengan kondisi meninggal dunia, sedangkan lima korban masih dalam pencarian.

Kapolsek Sanden, AKP Tukirin menjelaskan, kejadian berawal saat ketujuh korban datang bersama rombongan berjumlah 18 orang ke Pantai Goa Cemara pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi, ketujuh orang itu bermain bola di pinggir pantai.

Adapun ketujuh orang itu adalah, Joko Widodo (30), Moh Zafir Alfarizi (8), M. Rizky Romadhon (7), Ahmad Chairul Fatah (4), Muhammad Zidane Abdori (8), Ulu Nur Rohmi (28) dan Ahmad Nur Fauzi (30). Semuanya warga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.

“Lalu tiba-tiba datang ombak besar dan menyeret mereka ke tengah, 2 orang dapat dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Sanden,” kata Tukirin saat ditemui wartawan di Pantai Goa Cemara, Kamis (6/8).

“Tapi sesampainya di sana (Puskesmas) kedua korban tidak dapat diselamatkan,” imbuhnya.

Tukirin menjelaskan, dua korban meninggal adalah Ulu Nur Rohmi dan Ahmad Nur Fauzi.

“Untuk lima orang lainnya masih dalam pencarian,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan, bahwa ketujuh korban terdiri dari dua keluarga. Mereka datang bersama dengan rombongan yang berjumlah 18 orang.

“Jadi 7 orang ini terdiri dari 2 keluarga. Mereka datang 18 orang, dan yang main bola di pantai itu ada 7 orang,” katanya. (sal/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here