Hendi Sebut Sudah Injak Rem, Gelar PKM Tanpa Batas Waktu

496
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (15/9/2020)

SMOL.ID, SEMARANG – Kota Semarang menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk lebih menginjak rem dalam penanganan virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan hal itu sudah dilakukan dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Hendrar atau yang akrab disapa Hendi mengatakan, PKM periode terakhir yang diterapkan di Kota Semarang ini tanpa batas waktu. Razia dan sanksi sosial juga sudah diterapkan untuk para pelanggar protokol kesehatan.

“Kami sudah injak rem dari kemarin. PKM kami lakukan terus tanpa batas periode, karena kami yakin Semarang rentan dengan Covid-19,” kata Hendi usai melakukan tes kesehatan untuk Pilkada di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (15/9/2020).

Evaluasi penerapan peraturan wali kota yang menjadi dasar PKM akan dilakukan. Kemudian pemantauan protokol kesehatan di tingkat kelurahan yang mulai longgar akan lebih diaktifkan.

“Evaluasi penerapan perwal itu sekarang udah mulai seperti yang longgar di kelurahan di kecamatan yang tidak seaktif dulu,” ujarnya.

Dalam razia penegakan protokol kesehatan oleh tim gabungan termasuk Satpol PP Kota Semarang, kata Hendi, pelanggaran ternyata banyak dilakukan anak muda. Termasuk ketika digelar balap lari liar. Hendi pun berpesan agar tidak meremehkan Covid-19 atau Corona.

“Pesan saya buat anak muda, jangan pernah berpikir Corona itu hoaks, rekayasa. Yang meninggal 600 lebih, yang positif sekarang 500 lebih. Warga semarang, anak muda Semarang mari kita jaga kota ini, lingkungan, keluarga. Tidak usah gaya kumpul tanpa masker, ‘aku ra popo’, lha keluargamu piye? Bagaimana lingkungan, keluarga,” pesan Hendi.

“Soal event balap liar. Namanya anak muda. Udah kami tertibkan, mudah-mudahan tidak diulangi lagi,” imbuhnya.

Sementara itu dalam razia tim gabungan yang digelar di kawasan Pos Patwal Simpang Lima Semarang pukul 13.00 WIB, dalam 15 menit sudah terjaring 25 pengendara motor atau mobil yang kedapatan tidak bermasker. Mereka diberi sanksi sosial seperti push up, menyapu, dan melafalkan Pancasila dengan lantang.

“Banyak pengguna jalan yang tidak patuh protokol kesehatan. Kita berikan edukasi dan pemahaman tentang budaya penggunaan masker,” kata Wadir Lantas Polda Jateng, AKBP M Syarhan di lokasi.

Masih di kawasan Simpang Lima tepatnya di depan Masjid Baiturrahman, tim gabungan Satpol PP Kota Semarang dan Ditlantas Polda Jateng mencatat ada 71 orang tidak bermasker dalam kurun waktu pukul 12.30 WIB sampai 13.20 WIB.

“Total sampai hari ini (sejak akhir Agustus) ada 967 pelanggar. Ke depan kami beri sanksi menyapu di sungai bagi yang melanggar,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here