Berkarya Tidak Mengenal Usia; Teruslah Berkarya hingga Akhir Hayat

52

Oleh : Aqua Dwipayana

SMOL.ID – Untuk berinovasi dan berkreasi tidak mengenal usia. Ngga ada batasan umur. Terpenting tetap bersemangat sehingga menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.

Itulah yang saya sampaikan Selasa tadi siang (6/10/2020) kepada tiga wartawan senior di Semarang, Jawa Tengah. Kami ketemu di Makabana Cafe sambil makan siang.

Mereka adalah Sasongko Tedjo, Bagas Pratomo (Pimred smol.id) dan Arie Widiarto (Kepala Perwakilan ayosemarang.com).

Dalam pertemuan dadakan yang penuh berkah itu, saya mencontohkan pemilik sekaligus penemu resep ayam goreng Kentucky Fried Chicken¬†(KFC) Harland David “Colonel” Sanders di Amerika. Bisnis itu dimulai saat usianya di atas 60 tahun.

Kolonel Sanders mulai aktif mewaralabakan bisnis ayamnya pada usia 65 tahun. Kini usahanya tumbuh pesat, menjadi salah satu yang terbesar dalam sistem masakan siap saji di dunia.

Kegigihannya yang Luar Biasa Membuat Kolonel Sanders Sukses

Sebelum meraih sukses, sekitar 9 tahun laki-laki yang meninggal di usia 90 tahun pada 1980 itu berusaha menyempurnakan metode memasak ayam dengan menggunakan sebelas bumbu dan rempah-rempah seperti yang dikenal saat ini.

Menariknya di awal menemukan resep masakannya dan meyakini rasanya enak, Kolonel Sanders mengalami penolakan dari banyak restoran saat menawarkan kerja sama. Bahkan ada yang beranggapan dia tidak waras.

Kegigihannya yang luar biasa membuat Kolonel Sanders sukses. Akhirnya resto KFC berkembang ke seluruh dunia.

“Jadi belajarlah dari kesuksesan Kolonel Sanders. Meski usianya sudah tua namun semangatnya tetap “menyala-nyala” dan luar biasa. Akhirnya berbuah kesuksesan yang sekarang diwariskan ke anak-anak dan cucunya,” ungkap saya.

Sasongko dari Karyawan jadi Pemilik Perusahaan

Sasongko yang paling senior di antara kami berempat mendengar itu jadi makin semangat. Merasa bahwa meski sudah pensiun dari harian Suara Merdeka, tempatnya bekerja selama puluhan tahun, namun tetap bisa berkarya di media.

Hebatnya, Sasongko kini mempunyai Suluh Media Online (smol.id). Mempekerjakan banyak karyawan. Statusnya yang dulu karyawan berubah jadi pemilik perusahaan.

Mengenai besar kecilnya usaha, kata saya, relatif. Paling utama perusahaannya sehat apalagi dalam situasi Covid-19 seperti sekarang ini.

Saya menyarankan ke mereka untuk aktif melaksanakan silaturahim tanpa pamrih ke banyak orang. Dengan melakukan itu secara konsisten saya yakin akan “berbuah” rezeki yang sumbernya tidak diduga-duga dengan jumlah relatif banyak.

“Makasih banyak Pak Aqua untuk semua pencerahannya. Bermanfaat sekali,” ujar mereka senada.

Saya sangat bersyukur atas silaturahim tadi. Sambil ngobrol saya banyak belajar pada Sasongko Tedjo, Bagas Pratomo, dan Arie Widiarto. Alhamdulillah…

– Dari Semarang saya ucapkan selamat berkarya hingga akhir hayat. Salam hormat buat keluarga. 21.00 06102020. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here