FDK Adakan Webinar Internasional Laboraturium Dakwah Masa Pandemi

33

SMOL.ID – SEMARANG – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan Webinar Internasional yang mengusung tema Virtual Da’wa Laboratory in The Pandemic Period: Opportunities, Challenges and Advanteges, Rabu (07/10).

Diikuti oleh 236 peserta, acara webinar internasional ini diselenggarakan melalui zoom meeting. Dimulai dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.30. Acara ini diisi oleh Prof. Abdul Wahab Abdul Rahman, Dean Faculty of Information and Communication Technology IIUM Malaysia sebagai pembicara pertama.

“Permasalahan dalam pembelajaran online salah satunya adalah semua pembelajaran berupa teori, tidak bisa praktik dan belajar dengan efektif,” terang Prof Abdul Wahab Abdul Rahman dalam penyampaian materinya.

“We should handle students emotion (kita harus mengatur emosi mahasiswa),” tambahnya ketika menyampaikan permasalahan pembelajaran online dan bagaimana cara menanganinya.

Pembicara kedua oleh Dr. M. Sulthon, M. Ag, Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang. Ia membahas pentingnya Laboraturium Virtual Dakwah di masa sekarang.

“Gedung Laboraturium Dakwah yang ada di FDK UIN Walisongo Semarang itu digunakan untuk pembelajaran mahasiswa. Namun, untuk menjadi Laboraturium konvensional perlu melalui beberapa tahapan lagi,” ucap Sulthon.

“Sebagai civitas, untuk membangun Laboraturium Virtual Dakwah kita harus membangun instrument, objek eksperimen dalam bidang dakwah karena di Indonesia sendiri berbagai macam strategi untuk berdakwah,” imbuhnya.

Pembicara selanjutnya adalah peneliti Litbang di Kemenag Republik Indonesia, Dr. Muhammad Murtadlo mengaku senang adanya acara webinar internasional ini.

“Teknlogi komunikasi sudah menjadi lompatan di masa pandemi. Sehingga pembahasan kebijakan dan inovasi pendidikan berbasis laboraturium menjadi penting dalam menyampaikan pembelajaran baik di masa pandemi sekarang ini maupun pasca pandemi,” ucap Dr. Muhammad Murtadlo.

“Kementrian agama (Kemenag) memiliki 5 peran yaitu meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas, peningkatan produktiitas dan daya saing, revolusi mental dan pembnaan ideology pancasila, penguatan moderasi beragama, reformasi dan tata kelola,” lanjut Dr. Muhammad Murtadlo.

Prof Usman Korogulu, Ph. D dari Nile University of Nigeria, Abuja mengatakan bahwa dakwah adalah pembelajaran (tarbiyah) jadi muslim dapat berkontribusi untuk kemajuan masyarakat dan ini sangat penting.

Bayu Mitra A. Kusuma, S. AP., M.AP., M. Pol. Sc, dosen UIN Kalijaga mengatakan bahwa dalam dunia yang sudah berbeda keadaan seperti ini kita membutuhkan inovasi.
“seseorang yang tidak berinovasi maka akan stuck,” ucapnya.

“pembelajaran daring bukanlah pembelajaran tradisional yang di onlinekan,” imbuhnya.
Untuk menyaksikan selengkapnya bisa membuka Youtube Walisongo TV

(sal/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here