Polda Metro Siapkan Pengamanan Antisipasi Demo PA 212 dkk Besok

22
Ilustrasi pengamanan aparat kepolisian.

SMOL.ID, JAKARTA – PA 212 yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI akan menggelar demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja pada Selasa (13/10) besok. Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan untuk mengawal aksi tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian tidak menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan (STPP) demo di tengah pandemi ini.

“Ini kan sedang pandemi Corona, angka Corona masih tinggi, sehingga kita tidak mengeluarkan STTP. Meski begitu, kita tetap persiapkan pengamanan,” kata Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Senin (12/10/2020).

Yusri mengatakan pihaknya pagi tadi menggelar apel pasukan di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya menyiapkan personel untuk mengamankan aksi demo tersebut.

“Kita apel gelar pasukan tadi di Monas, selain untuk mengamankan aksi buruh, itu (demo PA 212) juga kita antisipasi,” imbuhnya.

Namun polisi tetap mengimbau massa tidak melakukan aksi demo di tengah pandemi ini.

Sebelumnya diberitakan, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, yang salah satunya terdiri dari PA 212, akan menggelar aksi 1310 terkait penolakan UU Cipta Kerja. Ketum PA 212 Slamet Maarif menyebut aksi ini akan dihadiri ribuan orang.

“Insyaallah ribuan,” ujar Slamet Maarif, saat dikonfirmasi, Minggu (11/10).

Slamet lalu mengirim publikasi aksi tersebut. Aksi ini nantinya akan dilakukan pada 13 Oktober 2020, dimulai pukul 13.00 WIB. Aksi disebut akan dilakukan di depan Istana Negara, dengan titik kumpul di Patung Kuda.

Slamet mengatakan, selain menolak RUU Cipta Kerja, terdapat beberapa poin yang akan disuarakan. Di antaranya selamatkan NKRI dan kaum buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP, serta ganyang China komunis si dalang.

Terkait izin aksi, Slamet menyebut telah mengirimkan izin ke kepolisian. “Sudah sejak hari Jumat,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan aksi ini merupakan aksi ulangan. Menurutnya, aksi terkait penolakan atas UU Cipta Kerja ini sebelumnya telah dilakukan.

“Ini kan aksi ulangan, sebelumnya kan kita sudah aksi serupa juga jauh sebelum buruh,” kata Novel.

Dia mengatakan aksi ini bertujuan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Perppu pembatalan. Menurutnya, hal ini karena diduga terdapat unsur penipuan dalam pengesahan UU Cipta Kerja.

“Agar Jokowi keluarkan Perppu pembatalan UU Cilaka, yang diduga memang unsur tipu-tipu karena ternyata hanya baru draf tapi sudah disahkan,” pungkasnya.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here