Ini Efeknya Jika Kamu Kebanyakan Minum Kopi

8
Foto: Istimewa

SMOL.ID – JAKARTA – Minum kopi jadi andalan banyak orang di pagi hari agar tubuh berenergi. Tetapi jika konsumsinya melebihi takaran yang dianjurkan, ada efek negatifnya.

Asupan kafein tak hanya dari kopi, banyak minuman kini ditambahkan kafein. Seperti minuman energi, permen karet, popcorn hingga beberapa jenis saus botolan. Tetapi asupan yang populer dari kopi.

Menurut saran para ahli nutrisi juga US Food & Drug Administration (FDA) batasan maksimal konsumsi kafein per hari 400 mg. Untuk kopi takarannya 4-5 cangkir per hari. Studi di America Journal of Preventive Medicine pada tahun lalu memberikan konfirmasi kenaikan konsumsi minuman energi.

Sementara National Coffee Association melaporkan bahwa 62% orang Amerika minum kopi tiap hari atau mengalami kenaikan 5% sejak tahun 2015. Bahkan diprediksi sejak pandemi corona konsumsi kopi di dunia juga mengalami peningkatan.

Kopi menjadi andalan untuk mengawali pagi, memberi energi tambahan di sore hari dan menjadi minuman andalan saat lembur di larut malam. Lalu apa bagaimana kafein ini mempengaruhi tubuh?

Kafein bisa berupa kafein alami yang ada pada biji kopi atau teh hijau. Tetapi ada juga yang sintetis yang ditambahkan dalam berbagai minuman energi dan permen.

“Kafein mempengaruhi adenosin, zat kimia saraf yang melembutkan. Zat ini memblokir reseptor yang menempel pada adenosin, sehingga tubuh tidak dapat mendeteksi adenosin. Dengan memblokir bahan kimia penyebab tidur ini, kita merasa lebih terjaga,” jelas Jabraan Pasha, MD, dokter penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Oklahoma, seperti dilansir livestrong (25/9).

Tetapi harus diingat bahwa metabolisme kafein pada tiap orang berbbeda. Ada orang yang baik-baik saja setelah minum beberapa cangkir kopi. Tetapi ada juga yang merasa gelisah setelah minum satu cangkir kopi.

Kafein juga merangsang otak melepaskan dopamine, neurotransmitter yang mengatur kesenangan dan kebanggaan, dan juga berperan dalam kewaspadaan. Selain rangsangan mental, kafein sedikit meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Karena itu kamu mendapatkan sensasi fisik darinya,” kata Nicole Avena, PhD, asisten profesor ilmu saraf di Mt. Universitas Sinai dan penulis Why Diets Fail.

Asupan kafein juga telah terbukti memberikan manfaat sehat. Seperti menurunkan risiko kanker, diabetes, stroke, penyakit ginjal, penyakit hati hingga dementia.

Apa yang terjadi jika terlalu banyak mengasup kafein?

Jawabannya tergantung pada jumlah yang diasup, berapa sering dan bagaimana kepekaan tubuh pada kafein.

Efeknya bisa gelisah, kepala pusing, jantung berdebar-debar hingga sulit tidur. Tetapi kafein dari kopi dan teh relatif aman. Bahkan jika dikonsumsi sedikit lebih banyak dari batas yang dianjurkan.

Sebagai gambaran kandungan kafein pada 1 cangkir (240 ml) kopi tubruk 96 mg, 30 ml espresso 64 mg, 1 cangkir (240 ml) teh hitam 47 mg, 240 ml minuman energi 29 mg dan 30 ml cokelat sebanyak 23 mg.

Bisa jadi saat ini konsumsi kopi atau teh sudah makin sering dan banyak. Kalau dulu 2 cangkir kini jadi 4 cangkir sehari.

“Saat kafein memblokir reseptor adenosin, tubuh kamu merespons dengan menciptakan lebih banyak reseptor sebagai kompensasi. Akibatnya, kamu membutuhkan lebih banyak kafein agar tetap waspada,” kata Dr. Pasha.

Saat asupan kopi bertambah kamu merasa tidak nyaman, sering sakit kepala, lesu bahkan mudah tersinggung.

‘Jika kamu secara bertahap mengurangi asupan kafein selama seminggu atau lebih, jumlah aseptor adenosin berkurang juga sehingga efek negatifnya berkurang,’ ungkap Dr. Pasha. (sal/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here