Kiai, Santri, Resolusi Jihad, dan NKRI

Menarik Dibaca

Purbalingga Himpun Bantuan Untuk Kabupaten Tetangga

SMOL.ID - PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menghimpun berbagai bantuan dari berbagai pihak guna diserahkan kepada kabupaten tetangga yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Khususnya...

ICW ke KPK: Selevel Menteri Bisa Ditangkap, Harun Masiku Bagaimana?

SMOL.ID - JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap ekspor benur. ICW menyindir...

Tingkatkan Imun Masyarakat, KONI dan PKK Banjarnegara Gelar Pelatihan Senam

SMOL.ID - BANJARNEGARA - Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di masa pendemi Covid-19, Komite Olah Raga Nasional (KONI) Banjarnegara bekerja sama dengan PKK Kabupaten...

Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng Bersama PGRI Bantu Warga Terdampak Covid-19

SMOL.ID - BANYUMAS - Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungbanteng bersama PGRI Cabang Kedungbanteng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan makanan lain untuk warga...

Luhut Besok Rapat Perdana Bareng Pejabat KKP

SMOL.ID - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kepercayaan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kekosong sementara...

Oleh: Ahmad Rofiq

SMOL.ID – Hari ini, 22 Oktober 75 (tujuh puluh lima) tahun yang lalu, adalah momentum heroik yang sangat bersejarah. Pasalnya, Belanda masih menganggap NKRI belum “merdeka”, karenanya NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) bersama Sekutu dan AFNEI ingin menguasai dan menjajah Kembali.

Mencermati gelagat yang tidak aman bagi proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bung Karno meminta nasihat kepada KH Hasyim Asy’ari. KH Hasyim Asy’ari menggelar Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, pada 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur.

Rapat Besar Konsul-konsul yang datang ke pertemuan tersebut, disepakati adanya Resolusi Jihad, yang dibacakan 22 Oktober 1945 dan kemudian disebarkan ke seluruh lapisan jamaah NU khususnya dan umat Islam umumnya di seluruh pelosok Jawa dan Madura. Adapun Naskah Resolusi Jihad adalah sebagai berikut:
Bismillahirrochmanir Rochim
Resoloesi:
Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsoel2) Perhimpoenan Nahdlatoel Oelama seloeroeh Djawa-Madoera pada tanggal 21-22 October 1945 di Soerabaja.
Mendengar :
Bahwa di tiap-tiap Daerah di seloeroeh Djawa-Madoera ternjata betapa besarnja hasrat Oemmat Islam dan ‘Alim Oelama di tempatnja masing-masing oentoek mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAOELATAN NEGARA REPOEBLIK INDONESIA MERDEKA.
Menimbang :
a. Bahwa oentoek mempertahankan dan menegakkan Negara Repoeblik Indonesia menurut hoekoem Agama Islam, termasoek sebagai satoe kewadjiban bagi tiap2 orang Islam.
b. Bahwa di Indonesia ini warga negaranja adalah sebagian besar terdiri dari Oemmat Islam.
Mengingat:
1. Bahwa oleh fihak Belanda (NICA) dan Djepang jang datang dan berada di sini telah banjak sekali didjalankan kedjahatan dan kekedjaman jang menganggoe ketentraman oemoem.
2. Bahwa semoea jang dilakoekan oleh mereka itu dengan maksoed melanggar kedaoelatan Negara Repoeblik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali mendjadjah di sini maka beberapa tempat telah terdjadi pertempoeran jang mengorbankan beberapa banjak djiwa manoesia.
3. Bahwa pertempoeran2 itu sebagian besar telah dilakoekan oleh Oemmat Islam jang merasa wadjib menoeroet hoekoem Agamanja oentoek mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanja.
4. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kedjadian2 itoe perloe mendapat perintah dan toentoenan jang njata dari Pemerintah Repoeblik Indonesia jang sesoeai dengan kedjadian terseboet.
Memoetoeskan:
1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia soepaja menentoekan soeatoe sikap dan tindakan jang njata serta sepadan terhadap oesaha2 jang akan membahajakan Kemerdekaan dan Agama dan Negara Indonesia teroetama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannja.
2. Seoapaja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat “sabilillah” oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.
Soerabaja, 22 Oktober 1945

NAHDLATOEL OELAMA

Menurut Laman kelaspintar.id – mitra Kemendikbud – merilis, lima hari setelah resolusi tersebut dibacakan, terjadi insiden yang memicu perlawanan besar dari arek-arek Soeroboyo, berawal dari ulah W.V.Ch. Ploegman yang mengibarkan bendera Belanda di puncak Hotel Yamato tanpa persetujuan pemerintah RI.

Melihat bendera Belanda berkibar, tentu saja membuat panas dan marah warga Surabaya yang melihatnya. Residen Soedirman sebagai perwakilan Indonesia mendatangi Hotel Yamato untuk berunding dengan Ploegman meminta agar bendera diturunkan.

Tapi Ploegman menolak dan diskusi berlangsung alot. Ploegman pun mengeluarkan pistol dan perkelahian pun tidak dapat dihindari.

Ploegman tewas karena dicekik oleh Sidik yang mengawal Soedirman, tapi Sidik juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga. Setelah itu, Soedirman dan pengawalnya yang lain, Haryono, berhasil keluar dari Hotel Yamato.

Sebagian pemuda langsung menaiki Hotel Yamato, merobek bagian biru bendera Belanda, dan tersisalah bendera merah putih.

Penyobekan warna biru bendera Belanda tersebut, memicu pertempuran Indonesia melawan Inggris tanggal 27 Oktober 1945 yang memakan banyak korban jiwa di kedua pihak.

Jenderal DC Hawthorn meminta bantuan Soekarno untuk meredakan situasi. Namun, bentrok terus terjadi dan menyebabkan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Jawa Timur pada 30 Oktober 1945.

Akhirnya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum supaya rakyat meletakkan senjata di tempat yang ditentukan dan menyerah sebelum jam 06.00 tanggal 10 November.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Pasukan Inggris kemudian melancarkan serangan pada pagi 10 November dan mengawali pertempuran besar Surabaya.

Indonesia mengerahkan sekitar 20.000 tentara dan 100.000 sukarelawan dalam pertempuran ini. Sementara Inggris melenggang dengan 30.000 tentara, dengan tank, pesawat tempur, dan kapal perang.

Surabaya berhasil direbut Inggris hanya dalam tiga hari, tapi pertempuran baru benar-benar redam setelah tiga minggu. Sekitar 6.000-16.000 ribu pejuang Indonesia tewas dalam pertempuran ini.

Sejarah mencatat, pertempuran 10 November 1945 yang sangat heroik itu tidak akan pernah ada tanpa ada Resolusi Jihad yang diprakarsai oleh Kyai Hasyim Asy’ari, para ulama, dan kaum santri di Kampung Bubutan, Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.

Resolusi Jihad yang dibacakan pada tanggal 22 Oktober, 20 hari sebelum 10 November menunjukkan bahwa kaum santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa ini

Bagi para santri, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5 (lima) juta orang yang bermukim di pondok pesantren, dengan 28.194 pondok pesantren. Tidak mudah memang mendapatkan data jumlah santri yang valid, boleh jadi karena pertumbuhannya demikian cepat.

Laman m.hidayatullah.com membuat headline “Total 18 Juta Santri dan 28.000 Pesantren di Indonesia, dan 18 (delapan belas) juta orang, dengan kurang lebih 1,5 juta tenaga pengajar (ustadz). Ini disampaikan Menteri Agama saat menutup Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa dan Madura di Ponpes Lirboyo Kediri Jawa Timur (14/02/2020).
Bagi Kyai, Ulama, dan Santri, NKRI adalah harga mati.

Karena itulah, “doktrin” kebangsaan “Hubbul Wathan minal Iman” atau “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman” adalah Pendidikan dasar nasionalisme kiai dan ulama di pesantren kepada para santri. Sifat dan sikap santri pada amanat dan perintah Kyai dan Ulama, tidak ada kata lain adalah “sam’an wa thaa’atan” atau “dengar dan patuhi”.

Kadang ada yang mengatakan “sami’na wa atha’naa” artinya “kami dengar dan kami patuhi”. Jadi kalau Negara kemudian mengakui dan memutuskan bahwa 22 Oktober adalah Hari Santri Nasional, adalah dari penghargaan kepada sejarah itu sendiri, tanpa menafikan peran umat atau kelompok lain yang berjuang melawan penjajah, dan mempertahankan kemerdekaan.
Bravo Santri, Selamat Hari Santri Nasional ke-6, Santri Sehat Indonesia Kuat. Allah al-musta’aan. Allah a’lam bi sh-shawab. (aa)

*) Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, dan Anggota Dewan Penasihat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Purbalingga Himpun Bantuan Untuk Kabupaten Tetangga

SMOL.ID - PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menghimpun berbagai bantuan dari berbagai pihak guna diserahkan kepada kabupaten tetangga yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Khususnya...

ICW ke KPK: Selevel Menteri Bisa Ditangkap, Harun Masiku Bagaimana?

SMOL.ID - JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap ekspor benur. ICW menyindir...

Tingkatkan Imun Masyarakat, KONI dan PKK Banjarnegara Gelar Pelatihan Senam

SMOL.ID - BANJARNEGARA - Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di masa pendemi Covid-19, Komite Olah Raga Nasional (KONI) Banjarnegara bekerja sama dengan PKK Kabupaten...

Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng Bersama PGRI Bantu Warga Terdampak Covid-19

SMOL.ID - BANYUMAS - Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungbanteng bersama PGRI Cabang Kedungbanteng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan makanan lain untuk warga...

Luhut Besok Rapat Perdana Bareng Pejabat KKP

SMOL.ID - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kepercayaan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kekosong sementara...

Populer

Purbalingga Himpun Bantuan Untuk Kabupaten Tetangga

SMOL.ID - PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menghimpun berbagai bantuan dari berbagai pihak guna diserahkan kepada kabupaten tetangga yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Khususnya...

ICW ke KPK: Selevel Menteri Bisa Ditangkap, Harun Masiku Bagaimana?

SMOL.ID - JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap ekspor benur. ICW menyindir...

Tingkatkan Imun Masyarakat, KONI dan PKK Banjarnegara Gelar Pelatihan Senam

SMOL.ID - BANJARNEGARA - Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di masa pendemi Covid-19, Komite Olah Raga Nasional (KONI) Banjarnegara bekerja sama dengan PKK Kabupaten...

Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng Bersama PGRI Bantu Warga Terdampak Covid-19

SMOL.ID - BANYUMAS - Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungbanteng bersama PGRI Cabang Kedungbanteng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan makanan lain untuk warga...

Luhut Besok Rapat Perdana Bareng Pejabat KKP

SMOL.ID - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kepercayaan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kekosong sementara...