Selasa, 18 Mei 2021

Begini Konservasi Arca Ganesha-Watu Wayang di Semarang

SMOL.ID, SEMARANG – Arca Ganesha dan Watu Wayang yang berada di Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dibersihkan dengan cara dikonservasi. Pembersihan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang itu sebagai bagian dari merawat batu dan arca tersebut.

“Hari ini arca Ganesha dan Watu Wayang di Karangjati kami bersihkan dengan cara konservasi untuk menghambat kerusakan yang disebabkan oleh faktor hayati maupun alam,” kata Ketua TACB Kabupaten Semarang, Tri Subekso, saat ditemuidi lokasi, Senin (26/10/2020).

Ia menjelaskan selain menghambat kerusakan, pembersihan dilakukan untuk mempertahankan kelestarian dari dua objek tersebut. Meski arca Ganesha dan Watu Wayang itu sudah ditemukan sejak lama, menurutnya baru kali ini dilakukan pembersihan.

“Konservasi untuk membersihkan mikroorganisme yang menempel dan bisa merusak tubuh arca. Baru kali ini dikonservasi,” jelasnya.

Tri Subekso mengatakan arca Ganesha dan Watu Wayang tersebut diperkirakan berasal dari abad 8-10 Masehi atau bagian dari peradaban klasik Hindu Buddha. Tak jauh dari kawasan yang sama juga ditemukan dua bangunan pemandian kuno.

Ia menjelaskan selain menghambat kerusakan, pembersihan dilakukan untuk mempertahankan kelestarian dari dua objek tersebut. Meski arca Ganesha dan Watu Wayang itu sudah ditemukan sejak lama, menurutnya baru kali ini dilakukan pembersihan.

“Konservasi untuk membersihkan mikroorganisme yang menempel dan bisa merusak tubuh arca. Baru kali ini dikonservasi,” jelasnya.

Tri Subekso mengatakan arca Ganesha dan Watu Wayang tersebut diperkirakan berasal dari abad 8-10 Masehi atau bagian dari peradaban klasik Hindu Buddha. Tak jauh dari kawasan yang sama juga ditemukan dua bangunan pemandian kuno.

“Untuk Watu Wayang karena di batunya ada goresan menyerupai karakter pewayangan. Di sini juga ditemukan dua bangunan pemandian kuno,” terangnya.

“Yang menarik arca Ganesha tidak ada mahkotanya. Bentuknya lebih sederhana dan jarang ditemui arca serupa di Jawa. Kemungkinan usianya lebih tua dari arca Ganesha lainnya,” ungkap Tri.

Sementara itu, Pamong Budaya Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Tri Winarti, mengatakan pembersihan arca Ganesha dan Watu Wayang itu dimulai dengan pembersihan kering dilanjutkan dengan pembersihan dengan bahan kimia.

“Dioles dengan bahan kimia AC322, setelah itu ditutup menggunakan plastik selama 24 jam untuk menjaga kelembapan,” jelasnya.

“Besok dibersihkan dengan menggunakan air untuk menetralkan bahan kimia yang menempel pada objek. Lalu dilapisi dengan bahan hyamin,” paparnya.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA