Selasa, 18 Mei 2021

Ganjar Ngaku Surprise Dapat Kado Bendera Hasil Jahitan Eks Napiter

SMOL.ID, SEMARANG – Sebuah bendera merah putih berukuran 40×60 cm menjadi kado istimewa di hari ulang tahun ke-52 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ganjar mengatakan kado tersebut begitu istimewa karena dijahit sendiri oleh para eks Napiter di Yayasan Persadani.

Kado yang terbungkus rapi pada kotak berwarna emas lengkap dengan pita merah putih itu diserahkan salah satu eks napiter bernama Sri Puji Mulyo Siswanto sesaat sebelum upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Sri adalah eks napiter yang ditangkap dan dipenjara selama enam taun usai menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azhari, otak sejumlah serangan terorisme di Indonesia. Selain itu, Sri Puji juga pernah dipenjara karena terlibat pelatihan terorisme di Aceh.

Menerima kado istimewa itu, Ganjar pun lantas tersenyum, menepuk-nepuk pundak Sri dan mengucapkan terima kasih. Ganjar pun lalu ngobrol singkat bagaimana Sri terjerumus pada aksi terorisme. Selain itu, Ganjar juga meminta saran agar masyarakat tidak mengikuti jejaknya membangkang pada Ibu Pertiwi.

“Surprise sekali saya mendapat kado ini. Menarik ya, karena kita menemukan saudara-saudara kita yang pernah tersesat dan mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Hari ini, mereka sudah melakukan aktivitas untuk berbagi pengalaman, cerita bagaimana nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan penting untuk dijaga,” kata Ganjar dalam keterangannya, Rabu (28/10/2020).

Ia juga menyampaikan pesan dari para eks napiter ini pada masyarakat agar selalu hati-hati. Apabila ada orang yang mengajak untuk merusak dan memecah belah, maka harus dicek dahulu kebenarannya. Ia juga menyampaikan sengaja memberikan kado tersebut di hari ulang tahun Ganjar yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

“Kami ingin memberikan sesuatu pada Pak Ganjar di hari bahagia ini. Kami ingin memberikan simbol pada Pak Ganjar selaku bapak kami di Jawa Tengah, bahwa ini lho ada warga bapak yang dulunya ‘nakal’ sekarang sudah kembali ke NKRI. Kami ingin memberikan kontribusi pada negara khususnya Pemprov Jateng untuk bisa bersinergi dengan program-program yang ada di Jateng,” tutur Sri.

Warga Genuk Kota Semarang ini menerangkan,dirinya terlibat dalam kegiatan terorisme awalnya karena rasa empati melihat saudara-saudara sesama muslim yang dizalimi. Lantaran emosional yang tidak terkendali, ia lama-lama masuk ke jaringan itu.

“Kami berharap pak Ganjar bisa menjadi teladan bagi pejabat lain untuk bisa merangkul khususnya kami sebagai teman-teman eks napiter. Karena dengan cara itu akan lebih efektif menyadarkan mereka. Dan saya pesan pada kawan-kawan yang masih menjadi teroris, coba buka ruang diskusi dan dialog, karena dengan itu pasti akan ada solusi,” tutupnya.

Di hari ini, Gubernur Ganjar Pranowo memdapat banyak kado dari warganya. Di antaranya dari Olivia dan Regina, bocah SD yang pernah menyumbangkan celengannya untuk penanganan COVID-19, lagu merdu dari difabel asal Rembang Clarissa Kusumaning serta kado dari Oma-Oma Yayasan Katolik. Selain mendapat kado yang diberikan langsung, ucapan-ucapan juga ramai di media sosial dari berbagai kalangan termasuk sejumlah artis.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA