Ulama, Politik, dan Covid-19 Era Adaptasi

Menarik Dibaca

Purbalingga Himpun Bantuan Untuk Kabupaten Tetangga

SMOL.ID - PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menghimpun berbagai bantuan dari berbagai pihak guna diserahkan kepada kabupaten tetangga yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Khususnya...

ICW ke KPK: Selevel Menteri Bisa Ditangkap, Harun Masiku Bagaimana?

SMOL.ID - JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap ekspor benur. ICW menyindir...

Tingkatkan Imun Masyarakat, KONI dan PKK Banjarnegara Gelar Pelatihan Senam

SMOL.ID - BANJARNEGARA - Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di masa pendemi Covid-19, Komite Olah Raga Nasional (KONI) Banjarnegara bekerja sama dengan PKK Kabupaten...

Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng Bersama PGRI Bantu Warga Terdampak Covid-19

SMOL.ID - BANYUMAS - Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungbanteng bersama PGRI Cabang Kedungbanteng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan makanan lain untuk warga...

Luhut Besok Rapat Perdana Bareng Pejabat KKP

SMOL.ID - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kepercayaan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kekosong sementara...

Oleh Ahmad Rofiq

(Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, dan Guru Besar Hukum Islam UIN Walisongo Semarang).

Hari ini, 15/11/2020 “mendadak” mengagetkan, berita tentang perkembangan Covid-19. Totalnya 467.000 kasus terpapar Covid-19, ada penambahan sebesar 4.106 kasus (dalam dua puluh empat jam terakhir). Berita ini “menyaingi” berita dan hiruk pikuk kasus “pornografi” video adegan “mirip artis”, dan “dugaan penghinaan” oleh artis yang suka vulgar dan mengumbar “nyinyiran” terhadap tokoh yang baru saja tiba di tanah air, setelah beberapa tahun tinggal di Arab Saudi. Si “artis” bilang, tokoh yang dicium-cium tangannya oleh para pengikutnya itu, dikatakan “bagai tukang obat”.

Statemen tersebut, berbuah “nyinyiran balik” bahwa si penghina atau penista, juga disebut sebagai “L” – maaf saya tidak sebut secara vulgar mengumbar aurat, karena ini akan ikut “meramaikan”-nya, hal yang sesungguhnya tidak patut muncul di berita, termasuk media sosial. Tetapi itulah, konon dalam “dunia berita”, berlaku rumus good news is non news, but bad news is good news”. “Berita bagus bukan berita bagus, tetapi berita buruk adalah berita baik”.

Masih tingginya yang terpapar Covid-19 ini, tentu tidak bisa dianggap sederhana. Kasus “cluster penganten” Sragen juga sempat meramaikan medsos. Detiknews (11/11/2020) membuat headline “Pengantin Baru-Ortu Menjnggal, Hajatannya Jadi Klaster Corona di Sragen”. Ini tentu cerita yang menyedihkan. Maksud hati berbahagia dengan hajatan dan akan menyongsong “menempuh hidup baru”, akan tetapi menjadi cerita pilu dan deru. Begitulah karena “kerumunan” tampaknya masih belum disadari oleh semua pihak, bahwa itu bisa berbuah petaka.

Tentu tidak bermaksud menyalahkan, karena secara akidah, tentu itu sudah menjadi kehendak atau catatan Yang Memberi Hidup dan Kehidupan, apalagi kalau mengikuti pendapat bahwa kematian adalah sebagai “raahatan min kulli syarr” atau “berakhirnya seseorang dari semua perbuatan keburukan” adalah “kebahagiaan” di hadapan Allah. Karena itu, merupakan i’tibar atau pelajaran bagi semua masyarakat, tanpa kecuali, bahwa di saat new normal, upaya menghindari kerumunan tentu lebih baik, dari pada mengobatinya. Apalagi hingga tulisan ini dibuat, tampaknya belum ada obat yang cocok dan mujarrab.

Seandainya, tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah saw “Apabila kalian mendengar tentang pandemi (tha’un) di suatu negara maka janganlah kalian memasukinya, dan ketika pandemi itu terjadi di suatu negara dan kalian berada di dalamnya, maka kalian jangan keluar melarikan diri darinya”(Riwayat Al-Bukhari dan Muslim), dijalankan dengan konsisten dan komitmen tinggi, tidak tercampuri niat dan kepentingan politik ekonomi, boleh jadi pandemi Covid-19 di negeri tercinta katulistiwa ini, tidak berlarut hingga sebelas bulan.

Ulama sebagai ahli waris penerus tugas-tugas kenabian (nubuwwah) makin hari makin terasa berat, apalagi kewenangannya sebatas “menyampaikan fatwa, taushiyah, nasehat, himbauan, dan ajakan” kepada umara, rakyat, dan masyarakat. Bagaimana implementasinya, tergantung pada aparat penegak hukum dan pejabat eksekutif. Rasulullah saw memberikan rambu-rambu bahwa “Dua kelompok manusia apabila keduanya baik, maka masyarakat pun akan baik, dan apabila keduanya rusak, maka rusaklah masyarakat, yakni: ulama dan umara” (Riwayat Abu Na’im).

Apabila kita cermati, pesan Rasulullah saw tersebut, maka yang disebut lebih dulu adalah ulama, baru umara. Siyaqul kalam tersebut, mengamanatkan pada ulama, untuk berada di garda depan dalam urusan apapun, apalagi terhadap urusan umat Islam. Warning Rasulullah saw : “Barangsiapa tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka tidaklah termasuk golongan mereka” (Al-Hakim dalam al-Mustadrak dan Ibnu ‘Adiy dalam Al-Kamil).

Ulama sudah berusaha maksimal, untuk tampil memberikan fatwa, setidaknya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) baik pusat, provinsi, dan kabupaten, pimpinan pesantren, pimpinan ormas Islam, sudah menjalankan untuk menyadarkan, menghimbau, dan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat, agar mematuhi protokoler kesehatan. Bahkan di awal-awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, fatwa MUI mengeluarkan beberapa fatwa mulai dari tata cara ibadah, baik bagi dokter dan tenaga medis, pelaksanaan shalat Jumat, hingga shalat Idul Fitri di rumah masing-masin pun, sudah dilaksanakan.

Demikian juga pimpinan ormas Islam, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, dan pimpinan Ormas Islam lainnya, melakukan hal yang sama, demi kemashlahatan masyarakat. Kaidah yang mendasarinya adalah “salamtul insan muqaddamatun ‘ala ta’diyatil furudl” (Syauqi ‘Allam). Artinya “Keselamatan manusia itu didahulukan daripada memenuhi kewajiban (fardlu)”.

Pilkada serentak tinggal 22 hari lagi. Ketika masa-masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah saja terjadi banyak kerumunan, juga pada masa-masa kampanye, boleh jadi nanti pada saat-saat pelaksanaan pilkada, bukan tidak mungkin juga akan terjadi kerumunan di berbagai daerah yang menggelarpilkada serentak. Ini yang para ukama tidak bijaksana jika berdiam diri. Himbauan kepada pemerintah, para wakil rakyat, dan komisi pemilihan umum, sudah disampaikan agar pilkada ditunda, karena pandemi Covid-19, tetapi pilkada akan tetap dijalankan sesuai jadual. Alasannya, karena tidak bisa diketahui secara pasti, kapan Covid-19 akan berakhir. Karena itu, protokoler kesehatan dan law enforcement wajib dijalankan secara adil, egaliter, fair, dan transparan.

Apabila law enforcement ini berjalan tidak fair dan adil, apalagi dibumbui dengan kepentingan politik kelompok tertentu, jika kelompok ulama ada kerumunan ditindak dan dijatuhi sanksi, sementara jika kelompok kepentingan pilkada — meskipun mengundang kerumunan yang sama — diperbolehkan, tentu ini akan menjadi preseden sejarah yang kurang mendidik bagi warga masyarakat. Ini bisa berimplikasi, timbul sikap ketidakpercayaan (distrust) masyarakat kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Aparat dan pemerintah yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung rakyat, dikhawatirkan akan menjadi “berhadapan” dengan rakyat. Semoga saja tidak akan terjadi.

Politik hanyalah instrumen untuk ikhtiar masyarakat melalui pimpinan legislatif, eksekutif, dan yudikatif, dengan dikawal masyarakat, termasuk pers dan media, agar “tasharrufu l-imam ‘ala r-ra’iyyati manuuthun bi l-mashlahah” atau “tindakan pemimpin untuk rakyatnya mengikuti kemashlahatan” dapat berjalan semestinya. Jika sampai terjadi “ketidak-adilan” umara, dikhawatirkan akan terjadi “lau laa ‘adlu l-umara’ la akala n-nasu ba’dluhum ba’dlan” artinya “sekiranya tidak ada keadilan pemimpin, sungguh akan terjadi sebagian manusia “memangsa” atau memakan sebagian yang lainnya”. Na’udzu biLlah min dzalik.

Semoga para ulama kita baik yang memimpin ormas Islam, pesantren, dayah, surau, maupun ulama-ulama lainnya akan terus dan tidak bosan untuk berbagi ilmu, fatwa, dan tausiyahnya kepada umara dan umat, dan umara pun akan semakin adil dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan tentunya pilkada serentak 9/12/2020 akan berjalan dengan aman, tertib, jujur, adil, langsung, umum, dan bebas, tanpa harus menimbulkan klaster baru Covid-19 karena pilkada dan kerumunan lainnya.

Allah a’lam bi sh-shawab. Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin Thibbi l-Quluubi wa dawaaihaa wa ‘aafiyati l-abdaani wa syifaaihaa wa nuuri l-abshaari wa dliyaaihaa wa quiti l-arwaahi wa ghidaaihaa wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.

Axana Hotel, Padang, Sumatera Barat, 17/11/2020.

Terbaru

Purbalingga Himpun Bantuan Untuk Kabupaten Tetangga

SMOL.ID - PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menghimpun berbagai bantuan dari berbagai pihak guna diserahkan kepada kabupaten tetangga yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Khususnya...

ICW ke KPK: Selevel Menteri Bisa Ditangkap, Harun Masiku Bagaimana?

SMOL.ID - JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap ekspor benur. ICW menyindir...

Tingkatkan Imun Masyarakat, KONI dan PKK Banjarnegara Gelar Pelatihan Senam

SMOL.ID - BANJARNEGARA - Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di masa pendemi Covid-19, Komite Olah Raga Nasional (KONI) Banjarnegara bekerja sama dengan PKK Kabupaten...

Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng Bersama PGRI Bantu Warga Terdampak Covid-19

SMOL.ID - BANYUMAS - Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungbanteng bersama PGRI Cabang Kedungbanteng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan makanan lain untuk warga...

Luhut Besok Rapat Perdana Bareng Pejabat KKP

SMOL.ID - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kepercayaan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kekosong sementara...

Populer

Purbalingga Himpun Bantuan Untuk Kabupaten Tetangga

SMOL.ID - PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menghimpun berbagai bantuan dari berbagai pihak guna diserahkan kepada kabupaten tetangga yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Khususnya...

ICW ke KPK: Selevel Menteri Bisa Ditangkap, Harun Masiku Bagaimana?

SMOL.ID - JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap ekspor benur. ICW menyindir...

Tingkatkan Imun Masyarakat, KONI dan PKK Banjarnegara Gelar Pelatihan Senam

SMOL.ID - BANJARNEGARA - Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di masa pendemi Covid-19, Komite Olah Raga Nasional (KONI) Banjarnegara bekerja sama dengan PKK Kabupaten...

Pramuka Peduli Kwarran Kedungbanteng Bersama PGRI Bantu Warga Terdampak Covid-19

SMOL.ID - BANYUMAS - Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungbanteng bersama PGRI Cabang Kedungbanteng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan makanan lain untuk warga...

Luhut Besok Rapat Perdana Bareng Pejabat KKP

SMOL.ID - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan kepercayaan kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kekosong sementara...