Minggu, 24 Januari 2021

Mahfud soal Pembantaian Sigi: Warga Jangan Terprovokasi, Ini Bukan Perang Agama

SMOL.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyatakan pembantaian di Sigi, Sulawesi Tengah, bukan perang suku atau agama. Mahfud mengimbau masyarakat tidak terprovokasi.

“Pemerintah mengimbau kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, agar tidak terpancing oleh upaya-upaya provokasi yang dilakukan oleh pihak tertentu. Peristiwa ini bukan perang suku, apalagi perang agama,” ujar Mahfud dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).

Mahfud mengatakan, pembantaian Sigi dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Peristiwa di Sigi bertujuan untuk menciptakan kekacauan.

“Peristiwa ini dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama Majelis Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin oleh Ali Kalora dan tidak bisa disebut mewakili agama tertentu. Ini upaya pihak-pihak tertentu meneror dan menciptakan suasana tidak kondusif dengan tujuan menciptakan kekacauan dan mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa,” kata Mahfud.

Usai kasus pembunuhan di Sigi, pemerintah memerintahkan aparat memperketat penjagaan. Mahfud menjamin keamanan warga.

“Pemerintah juga memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperkuat dan perketat penjagaan serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dari pihak yang ingin mengacaukan ketertiban di wilayah itu. Pemerintah menjamin keamanan warga di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kepada warga di Kabupaten Sigi, Sulteng, terutama setelah terjadi teror dan kekerasan terhadap warga di wilayah itu,” ucap Mahfud.

Kejadiannya terjadi pada Jumat (27/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Satu keluarga, yang berjumlah empat orang, warga Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, dibunuh orang tak dikenal.

Korban tewas dalam kondisi mengenaskan. Polisi pun bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut, hingga menemukan petunjuk berarti. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) didapat petunjuk bahwa ada keterlibatan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam pembunuhan sadis itu.

“Jadi dari hasil olah TKP serta keterangan saksi bahwa aksi sadis yang menyebabkan empat orang warga Kecamatan Palolo tewas dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata MIT,” kata Kapolda Sulteng Irjen Abd Rakhman Baso kepada detikcom, Sabtu (28/11).

Pelakunya ada delapan orang. Ali Kalora yang jadi pemimpinnya.

“Keempat korban itu adalah kepala keluarga bernama Yasa. Korban lainnya adalah istri Yasa, putri Yasa, dan menantu Yasa,” ungkap Rakhman.(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Lainnya

Komentar