Rabu, 20 Januari 2021

Cabup Gunungkidul Ini Angkat Bicara soal Video Amplop Isi Duit

SMOL.ID – GUNUNGKIDUL – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul nomor urut 01 Sutrisna Wibawa-M Ardi Widanto angkat bicara terkait viral video amplop berisi uang Rp 100 ribu dengan gambar mereka.

Sutrisna mengatakan bahwa kejadian itu terjadi di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul. Sutrisna mengaku telah bertemu dengan pemuda di dalam video tersebut.

“Untuk yang divideo alhamdulillah tadi malam sudah bertemu dan memberikan pernyataan bahwa dia atas orang yang baru saja dikenal kemudian memvideokan seperti yang kita lihat di video itu membuka amplop,” kata Sutrisna saat ditemui wartawan di Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (5/12/2020).

“Padahal amplop itu diberikan pada saat pelatihan dan pengukuhan relawan,” lanjut Sutrisna.

Sutrisna menuturkan, pihaknya memang sengaja membentuk relawan untuk bersama-sama mengawasi jalannya Pilkada serentak 2020. Di mana relawan yang direkrut itu memiliki dua tugas khusus.

Pertama adalah mobilisasi pemilih untuk mengingatkan warga ke TPS tanggal 9 Desember. Sedangkan yang kedua adalah melaksanakan tugas pengawasan umum, sehingga jika kalau menjumpai hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan saat pelaksanaan pilkada, para relawan ini bisa melaporkan berbagai temuan kepada aparat, petugas pemilu maupun lewat parpol.

“Nah atas tugas itu maka tim management, karena kami didampingi oleh konsultan management dan mereka menyampaikan antara lain untuk pelatihan dan pengukuhan ini, para relawan itu kita berikan sekadar uang transport dan untuk operasional dan jumlahnya tidak terlalu banyak hanya Rp 100 (ribu),” ucapnya.

“Itu sampai dua tugas itu dilaksanakan oleh para relawan, yang namanya relawan ya, jadi ini sekadar (uang) transport dan operasional saja bukan honor,” imbuh Sutrisna.

Oleh karena itu, dia menduga viralnya video tersebut untuk menjatuhkan paslon 01 jelang Pilkada Gunungkidul. Sutrisna menyebut mulai bermunculan hoaks yang memojokkan dirinya.

“Akhir-akhir ini banyak hoaks antara lain berupa tulisan-tulisan yang memojokkan kami. Contohnya, ‘opo gelem dadi warga sing bodo terus, makane pilih profesor sutrisna’ ini adalah hoaks dan bukan buatan kami. Kami ini adalah pasangan yang santun, menghargai warga Gunungkidul,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video soal amplop berisi uang Rp 100 ribu dengan foto salah satu calon Bupati-Wakil Bupati Gunungkidul viral. Bawaslu Gunungkidul turun tangan melakukan penelusuran.

Video berdurasi 29 detik ini memperlihatkan seorang pemuda mendapatkan amplop dan pamflet bergambar foto paslon nomor 01 Pilkada Gunungkidul. Berada di atas motor, pemuda itu langsung membuka amplop dan ternyata berisi uang Rp100 ribu.

“Ki mbukak amplop ki (ini buka amplop), (paslon) 01 Rp 100 (ribu),” kata pria yang merekam video tersebut seperti dilihat detikcom, Jumat (4/12).

Dimintai konfirmasi, Ketua Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto mengaku sudah menerima video tersebut. Namun belum ada laporan resmi terkait video itu kepada Bawaslu Gunungkidul.

“Belum ada laporan yang masuk ke kami, karena kita baru dapat (video) tadi malam. Yang jelas kita pleno dan kita bentuk tim penelusuran untuk melihat apakah secara bukti-bukti, unsur bisa masuk ke dalam pelanggaran (pemilu) atau tidak,” kata Tri saat ditemui di Kantor Bawaslu Gunungkidul, Jumat (4/12).

Untuk mengantisipasi politik uang selama masa Pilkada 2020 ini, pihaknya bakal melakukan patroli. Bawaslu juga sudah berkoordinasi dengan sentra Gakkumdu.

“Tanggal 5 (Desember) kami adakan apel patroli pengawasan politik uang dan masa tenang kami adakan patroli dengan unsur terkait, kami sudah koordinasi dengan sentra Gakkumdu untuk kesiapan jika ada tindak pidana saat pemilihan berlangsung,” ucapnya. (aa/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Popular

Komentar