Kamis, 4 Maret 2021

Memudarnya Sikap Meneladani Rasulullah SAW

SMOL.ID – Oleh Ahmad Rofiq

Syekh Muhammad al-Ghazali, penulis Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad saw menyatakan: “Meskipun begitu banyak buku ditulis tentang Muhammad, sosok agung itu tidak akan pernah selesai diungkap secara final.

Sebab batinnya menyamudra dan ilmunya menyakrawala. Di dalam dirinya tersimpan segala kearifan masa lalu dan segala pengetahuan suci masa depan. Karena itu tidaklah meleset ketika seorang sufi Persia dari abad ke-12 menulis bait berikut ini: “Muhammad walaupun engkau ummi, tidak bisa baca tulis, tetapi seluruh perpustakaan dunia tersimpan rapi dalam dirimu. Ini karena ilmu yang menggenang dalam diri beliau, adalah merupakan anugerah tak kepalang yang meluruh secara langsung (ladunni) dari tahta keagungan Allah SWT”.

Perjalanan hidup beliau selama 63 tahun, dan masa ke-Rasulan dan masa nubuwwah beliau 22 tahun 2 bulan 22 hari, telah meletakkan fondasi, struktur dan sistem hidup di dunia ini agar menapaki jalan lurus (ash-shirath al-mustaqim) untuk menggapai kebahagiaan akhirat.

Karena itu, semestinya kita dapat selalu menambah spirit, motivasi, dan tuntunan, untuk berhijrah, dalam rangka meraih sukses hidup dan perjuangan bagi upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun atas dasar nilai dan norma akhlak yang mulia. Inilah momentum penting bagi upaya dan ikhtiar kita meningkatkan iman, taqwa, dan ihsan kita dalam kehidupan kita sehari-hari.

Rasulullah saw dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini, sebagai figur yang memiliki empati, simpati, dan kepedulian yang sangat kuat ketika melihat, menghadapi situasi ketidakadilan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh sesama orang-orang yang beriman. Beliau letakkan fondasi hidup ini, di atas kerangka yang sangat kuat yakni iman dan amal salih. Dengan iman dan amal shaleh, melahirkan akhlak, yang memancarkan sikap yang selalu ingin berbuat baik (ihsan).

Ihsan didefinisikan apabila anda beribadah kepada Allah, maka yakinlah anda “melihat-Nya” atau jika anda tidak mampu melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat anda. Ini dimaksudkan kita dapat merasakan cinta dan kedekatan kita kepada Allah. Karena jika kita merasa dekat bersama Allah, maka kita akan selalu berbuat baik. Agar supaya iman yang menjadi fondasi bangunan ke-Islaman kita akan terus kokoh, maka musti dipupuk dengan bangunan amal shalih, yang juga kokoh, bersih, indah, dan terawat dengan baik. Rasulullah saw dibekali oleh Allah SWT melalui QS. Al-‘Ashr: 1-3: “1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.

Kita menyaksikan bahwa di dalam kehidupan masyarakat kita, telah terjadi pergeseran yang luar biasa. Ketika pilar-pilar akhlak dan etika makin tergerus oleh serbuan budaya dan kultur yang tidak baik. Hal ini kalau tidak ada ikhtiar untuk mengatasi secara lebih cermat, sungguh-sungguh, sistemik, dan berkesinambungan, sangat mungkin bangsa ini akan mengalami kehancuran. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, ketika kerusakan dan kehancuran tersebut melanda pada paradigma berpikir, mindset dan kerangka berfikir yang serba barat, western-oriented, dan kehilangan kearifan dan petunjuk agama semakin dijauhi.

Tidak sedikit yang secara lahiriyah tampak “sangat agamis” setidaknya dengan symbol-simbol busana, akan tetapi tutur katanya sering diwarnai “kekerasan” dan “menebar ancaman” dan mengundang kegalauan dan ketidaknyamanan dalam masyarakat. Apakah ini pertanda, beragama sebatas formalitas atau karena ada “ambisi” yang tak tersampaikan? Allah a’lam. Seorang ulama besar Syauqi Bek menegaskan: “Suatu umat (bangsa) akan berlangsung apabila akhlak mereka tetap mendasari hati dan perilaku mereka, apabila akhlak hilang dari hati dan diri mereka, akan lenyap entitas umat (bangsa) tersebut.

Kita masih menyaksikan sebagian saudara kita yang dengan dalih agama, melakukan kekerasan dan main hakim sendiri. Sangat terasa makin memudar sikap meneladani Rasulullah saw. Bahkan tidak jarang mereka yang dengan begitu mudah mengafirkan orang lain, hanya karena tidak masuk di dalam kelompoknya. Ini diperburuk lagi, mereka yang menganggap bahwa NKRI ini adalah Negara kafir. Akibatnya, mereka melakukan teror, merampok, dan menghalalkan berbagai macam cara, demi meraih tujuan, yang sering mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Padahal NKRI adalah hasil cucuran darah dan sabung nyawa para founding fathers kita, yang saling bahu membahu, memperjuangkan kemerdekaan, di atas fondasi persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajemukan dan pluralitas bangsa. Karena itu MUI mengeluarkan fatwa bahwa NKRI adalah final dan harga mati.
Islam diturunkan untuk merealisasikan kasih sayang Allah di muka bumi ini (rahmatan lil ‘alamin). Karena itu, Rasulullah Muhammad saw. memberikan teladan dan tuntunan, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berpemerintahan. Be;iau mengedepankan sifat dan sikap lemah lembut namun tegas, selalu menjadi pemaaf, dan bahkan selalu memohonkan ampunan orang lain kepada Allah SWT, dan di atas segalanya sangat menghormati dan mengajak orang lain bermusyawarah dan bekerja keras, namun tetap bertawakkal kepada Allah SWT agar tidak takabbur namun rendah hati.

Allah SWT menegaskan: “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS. Ali ‘Imran: 159). “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah saw itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab 933): 21).

Allah a’lam bi sh-shawab.

(aa/smol)

1 KOMENTAR

  1. Trima kasih pencerahannya Prof Rofiq yg sangat kami butuhkan.
    Smg kami bisa sll mengendalikan prilaku utk mengikuti tauladan Nabi Muhammad SAW
    Smg mampu memberikan kenyamanan kpd siapapunn yg dekat maupun jauh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA