Rabu, 23 Juni 2021

“Irungoskop” Terapi Uap Cegah Covid Ringan Temuan Mahasiswa Farmasi Undip

SMOL.ID – SEMARANG – COVID saat ini mengancam kita semua. Puluhan ribu saudara kita meninggal dan raturan ribu sakit karenanya. Hingga kini penularan makin kuat dan membahayakan. Covid menular lewat udara dari orang yang terkena. Virus pertama hinggap di tenggorokan sehingga menimbulkan gejala spt flu lain. Kemudian bisa ke paru sehingga paru mengalami sumbatan. Fase infeksi tenggorokan ini penting sehingga banyak yang sudah sembuhpun, ada yang tenggorokannya tersisa fragmen virus sehingga bila di tes masih sering memberi hasil positif.

Salah satu upaya therapy preventif dan suportif infeksi tenggorokan adalah dengan menghangatkan tenggrokan dengan uap panas. Upa panas membuat tenggorokan hangat dan pembuluh darah perifer tenggorokan akan melebar. Darah membawa antibody dan nutrisi lebih banyak sehingga infeksi terkalahkan. Uap hangat juga membuat lendir di tenggorokan lebih cair sehingga cilia ( rambut getar ) tenggorokan akan mendorong ke lambung dan kuman mati karena asam keras. Lendir yang mencair juga membuat kita tidak batuk keras yang membuat perlukaan di tenggorokan yang bisa menjadi pintu masuk kuman lagi.

Penambahan aroma therapi dan mint bisa membuat effek dari uap menjadi lebih bagus. Minyak papermint, kristal mint, kayu putih dll adalah aromatherapy yang bagus untuk menghangatkan tenggorokan sehingga hampir semua obat batuk menggunakannya. Efek mintosnya menguatkan penghangatan tenggorokan. Teh mengandung xanthine yang membantu melebarkan alveolus paru. Bagi orang asma ini sangat baik. Pada anak yang sering batuk ini bagus juga karena infeksi bronchitis anak sering diikuti dengan penyempitan alveolus.

Tahun 2011, Fauzia Dhatu sering mengalami batuk dan hidung tersumbat. Ayahnya selain memberi obat juga kadang memberi therapi air hangat. Air dimasak di panci listrik dan uap dihirup. Ini mempunyai kelemahan karena uap sering terbawa angin sehingga yang dihirup jadi sedikit. Maka Dhatu kecil mengusulkan pada Ayahnya, menggunakan corong sehingga uap bisa dipusatkan. Ide Dhatu kecil ini diterima dan digunakanlah. Meskipun begitu ini ada kelemaham lagi karena bagi anak terasa berat, maka dibuatlah dari plastic dibuat torong dan ujungnya diberi canula hidung. Rupanya cara ini paling efektif dan sering digunakanlah alat ini bila hidung tersumbat. Karena tidak ada nomenklatur ini alat apa, maka dengan guyon tetapi serius, alat ini disebut ‘IRUNGOSKOP” karena alat ini menerapi “irung” (hidung) dan saluran nafas.

Ketika kini Covid melanda, maka metode ini makin diperlukan bagi orang untuk menjaga tenggorokannya dari infeksi covid. Bahkan bagi yang kena dan masih bisa isolasi mandiri, therapi ini mudah dilakukan di rumah membantu pengobatan. Kini Dhatu sudah jadi Mahasiwa Pharmasi Undip dan mengupdate penemuannya agar menjadi lebih manfaat mencegah dan mengobati Covid. (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA