Minggu, 17 Januari 2021

Asiknya Wisata Kuliner di Solo, Makanannya Enak-enak Banget!

SMOL.ID, SOLO – Untuk Anda yang sedang berlibur di daerah Solo, kota ini punya keberagaman makanan khas daerah yang memiliki rasa manis, asin dan gurih. Ada makanan ringan, es, maupun makanan berat.

Jam bukanya juga berbeda-beda, sesuai jam operasional pasar tradisional atau bahkan ada yang buka dini hari.

Nah, ini ada rekomendasi wisata kuliner bagi Anda akan melancong ke Solo:

1. Nasi Liwet Wongso Lemu
Kunjungan wisata kuliner di Solo tidak lengkap kalau tidak sempat mencicipi nasi liwetnya. Salah satu nasi liwet yang memiliki banyak peminat dari banyaknya gerai nasi liwet di kota ini adalah Nasi Liwet Wongso Lemu yang telah mulai berjualan sejak tahun 1950.

Terletak di Keprabon, Kecamatan Banjarsari, gerai Nasi Liwet Wongso Lemu oleh Bu Wongso memiliki beberapa lauk khas nasi liwet pada umumnya; irisan labu siam, ayam yang disuwir, telur pindang. Lebih lagi, nasi yang disajikan dimasak dengan santan, sehingga rasanya lebih gurih dari nasi putih biasanya.

2. Nasi Gudeg Mbak Yus
Sajian yang terdiri dari gudeg, telur pindang, ayam opor, sambal goreng krecek, dan tahu ini merupakan santapan utama lain khas Jawa Tengah yang dapat disantap dengan nasi, bubur, maupun ketan. Unik bukan?

Bahkan keluarga Presiden RI Jokowi pun jatuh hati pada nasi gudeg buatan Mbak Yus, sehingga menu ini bisa masuk menjadi makanan yang disajikan di istana ketika salah satu anak Jokowi, Gibran bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono.

3. Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi
Selain nasi liwet yang menjadi andalan kuliner Solo, kota yang terletak di Jawa Tengah ini memiliki makanan khas lain yang cenderung ringan; cabuk rambak. Berisi ketupat dan karak yang disiram saus olahan wijen goreng, cabe, gula jawa, dan santan, sajian ringan ini kini semakin langka ditemukan di Solo.

Namun, Bu Parmi, salah satu penjual nasi liwet lainnya di Keprabon juga menjual cabuk rambak yang juga disajikan dengan irisan daun jeruk, ketika penjual cabuk rambak kian menipis.

4. Serabi Notosuman
Berbeda dengan ketiga destinasi kuliner di atas yang mengandalkan makanan utama sebagai daya tarik wisatawan, Serabi Notosuman adalah makanan ringan atau snack manis yang dapat disantap ketika hangat maupun dingin dengan dua pilihan rasa; orisinal atau coklat.

Nah, Travelers jangan heran melihat ramainya pelanggan Serabi Notosuman. Serabi Notosuman sudah berdiri dari tahun 1920an, hampir 10 abad di tahun 2020.

Meskipun memiliki bahan dasar yang tidak jauh berbeda dengan serabi Jawa Barat, serabi Solo memiliki ketebalan yang lebih tipis dan disajikan dengan digulung.

5. Tahok Solo Pak Citro
Camilan lain yang tidak kalah enak dan bahkan menghangatkan tubuh adalah tahok khas Solo. Makanan yang satu ini merupakan akulturasi budaya Tiongkok dan Indonesia.

Teksturnya yang lembut berasal dari ampas kacang kedelai yang dilumatkan, tahok khas Solo disajikan dengan siraman kuah gula jawa yang dicampur dengan intisari jahe.

Tahok Solo Pak Citro bisa menjadi pilihan yang pas bagi Travelers yang ingin mencicipi tahok khas kota Solo. Pak Citro biasanya berjualan di daerah Pasar Gede di Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres.

6. Selat Solo Mbak Lies
Selat Solo Mbak Lies memiliki sajian kuliner ‘fresh-salad’ ala Solo. Lokasi kedainya ada di tengah perkampungan, tepatnya di Gang II No 42, Serengan, Solo.

selat Solo ini merupakan sajian yang terdiri dari potongan daging sapi masak semur, galantin, telur rebus, wortel, buncis, kentang goreng, daun selada, acar mentimun, dan irisan bawang merah. seluruh bahan itu disiram kuah segar dan mustard yang terbuat dari cuka dan campuran kuning telur.

Selain memanjakan mulut, Selat Solo Mbak Lies juga menawarkan dekorasi interior yang unik yang jadul. Di antaranya piring, hiasan dinding, guci dari keraik, juga topeng dan perabit dari kayu.

7. Gudeg Ceker Mertoyudan Bu Kasno
Gudeg ceker atau kaki ayam Mertoyudan itu unik karena buka dini hari, mulai pukul 01.30 WIB. Lokasinya ada di depan Greja Kristen Jawa Mergoyudan hingga sisi SMA Negeri 1 Surakarta.

Dulu, gudeg ceker Mertoyudan ini cuma ada di pinggir jalan. Pembeli bisa menikmati sajian gudeg dengan duduk di kursi pendek di depan penjualnya.

Tapi kini, lokasinya lebih luas, ada kedai dan pembeli bisa duduk lesehan di atas tikar.

8. Warung Makan Bestik Harjo
Warung makan Harjo Bestik Harjo itu ada di sebelah timur perempatan Pasar Kembang Solo, tepatnya di Jl. DR. Rajiman. Menu paling dicari di kedai ini adalah bestik lidah sapi.

Selain bestik lidah sapi, warung makan bestik Harjo menyediakan bestik dadar lidah, bestik campur, bestik telor, bakmi godok, kamar bola, nasi goreng, risoles goreng, dan risoles kuah.

9. Wedang Dongo, Keprabon
Ini bukan makanan, tapi minuman. Kedai Wedang Dongo BU nanik Yulianti ini berupa warung tenda yang ada di Jl. Teuku Umar (kawasan Keprabon), persis di sebelah tenggara Pura Mangkunegaran. Loaksinya tidak jauh dari Jl Slamet Riyadi, tepat setelah McDonald.

Wedang dongo ini serupa dengan wedang ronde. Selain air jahe, wedang dongo berisi isian bulatan kecil, irisan tipis kolang-kaling, dan kacang tanah.

Bulatan kecil itu manis dan kenyal. Dibuat dari tepung ketan diisi tumbukan kacang wijen. Inilah yang disebut dongo. Dongo ini mirip seperti kue moci, tetapi ada sensasi pedas saat di lidah.

Selain wedang dongo, kedai ini juga menyediakan wedang kacang putih, sekoteng, kacang ijo, dan wedang angsle.

(lin/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Popular

Komentar