Minggu, 17 Januari 2021

Tour d’Pesangkalan: Curug Pletuk dan Perjalanan Menyusuri Sungai Loning (5)

Oleh : Sagiyo Arsadiwirya, S.I.P
Kabid PKP-TR Dispermades PPKB Kab. Banjarnegara

SMOL.ID – BANJARNEGARA – Ki Wiryaguna dan saudaranya, Mbah Mangil menyusuri sebuah sungai yang berhulu hingga sebuah curug nan indah. Disatu tepi sungai berair bening itu, ditemukan pohon Lo besar. Kemudian, dinamakanlah Sungai Loning.

Sungai Loning merupakan hulu Curug Pletuk Desa Pesangkalan. Ada beberapa mata air yang berhimpun di sekitar curug indah ini. Diantaranya, mata air: jati sari, gugur, cagar alam midangan dan pletuk itu sendiri.

Hulu Sungai Loning di Dusun Jatisari mengalir ke Dusun Pesangkalan. Alirannya berkelok sepanjang utara-selatan Desa Pesangkalan. Kemudian melewati Desa Kedunggong persisnya di Dukuh Loning Des Sadang Wetan Kecamatan Sadang, Kebumen.

Mata air yang berlimpah dari hutan Perhutani menyediakan aliran deras Curug Pletuk tiada pernah kering hampir sepanjang tahun. Sepanjang waktu itu pula, destinasi wisata alam ini terus dihadiri pengunjung. Sungai Loning pernah berjasa memutar kincir-kincir air bagi penerangan rumah penduduk walau “hanya” saat malam hari, saat sebelum listrik PLN masuk Desa Pesangkalan.

Sejak lima tahun terakhir, anak-anak muda Pesangkalan mengubah Curug Pletuk lebih mempesona.

Kini, sudah ada akses berundak yang memudahkan pengunjung puncak dengan kanan kiri tanaman bunga. Puluhan gezebo cantik dengan halaman luas. Serta kolam renang melengkung yang airnya berasal dari curug pula.

Pemerintahan desa Pesangkalan, sebelum era pemilu, secara turun temurun dipimpin keturunan dari keluarga Mbah Mangil. Kepala Desa pertamanya adalah Mbah Arsadikara (1848-1898). Saat itu, Pesangkalan masih bagian wilayah Kabupaten Kebumen. Secara administratif masuk Kabupaten Banjarnegara hingga sekarang, sejak 1927, saat Kepala Desa Braja Wijaya I.

Satu setengah abad terakhir sejak Lurah pertama Arsa Dikara, Desa Pesangkalan pernah dipimpin oleh selusin Lurah/Kepala Desa. Selama berdinas di pemerintahan, saya bersyukur bisa membersamai Kepala Desa Salim, Arif Sujono dan Sarmin.

Sagiyo Berfoto Dengan Mantan Kades Amin Suwito (Januari 2021)

Namun, saya juga masih sering silaturahmi dengan Lurah Amin Suwito (85 tahun) yang sangat legend, da cukup lama (1968-1999) memimpin Desa Pesangkalan di era pemerintahan Orde Baru.

Bersambung (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Popular

Komentar