Sabtu, 16 Januari 2021

Fadhlul Fadhlan Kembangkan Wisata Alam

SMOL.ID- SEMARANG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang akan mengembangkan wisata alam di sekitar lokasi pondok. Selain itu dalam rangka melestarikan dan menciptakan lingkungan hidup yang sehat, pesantren melibatkan santri dan penduduk sekitar pondok akan melakukan program pengolahan sampah dan usaha budidaya maggot.

‘’Maggot adalah organisme yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) dan dihasilkan pada metamorfosis fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang nantinya akan menjadi BSF dewasa sebagai bahan pakan ikan alternatif yang murah dan mudah,’’ kata pengasuh  pondok pesantren Fadhlul Fadhlan yang dipimpin Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’ Lc MA, disela-sela meninjau lokasi pengolahan sampah dan usaha budidaya maggot.

Peninjauan Pemerintah Kota dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Sapto Adi didampingi Camat Mijen Muhammad Agus Junaidi.
‘’Insya Allah pondok pesantren Fadhlul Fadhlan akan menjadi percontohan pertama yang memiliki program pengolahan sampah untuk budidaya maggot. Budidaya maggot dihadirkan untuk membudidayakan ikan dan ternak sehingga merubah keadaan lingkungan di Kecamatan Mijen, ’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Sapto Adi.
 
Tanaman Buah

Menurut Fadlolan, program pesantren bertema Program Sampah Menjadi Berkah sekaligus meningkatkan program wisata alam di dalam area pesantren. ‘’Nanti akan ada berbaga tanaman buah, tanaman hias, apotik hidup, pohon besar, serta aneka binatang layaknya mini zoo di sekeliling gedung asrama huni santri, sehingga santri bisa nyaman aman di lingkungan pesantren yang hijau indah, bagaikan pelataran surga,’’ kata Kiai alumnus Al-Azhar, Mesir itu. Dia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang mempunyai perhatian luar biasa kepada pondok pesantren.

Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan terletak di Jl. Ngrobyong, Rt.4/Rw  I, Dukuh Wonorejo, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Kiai Fadlolan menjelaskan, pondok itu mulai dibangun 2017 dan baru difungsikan dua tahun lalu, tepatnya Agustus 2018. Namun geliat aktivitas santrinya seolah pesantren yang sudah berdiri puluhan tahun lalu. Dukuh Wonorejo, Kelurahan Pesantren yang semula hutan belantara tiba-tiba menjadi ingar bingar seperti kota baru.

Bangunan masjid megah, asrama santri megah berseni bangunan Perancis, lengkap dengan sarana pendukung lainnya menjadi daya tarik orang untuk berkunjung. Bila malam datang, dahulu hanya muncul kegelapam, suara jangkerik dan hewan malam, sekarang tak beda dengan siang banyak orang berlalu lalang. Apalagi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sudah menyulap jalan menuju pondok menjadi hotmix. (aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Popular

Komentar