Sabtu, 16 Januari 2021

UMY Terjunkan 2.500 Mahasiswa KKN Reguler IT Berbasis Komunitas Di Jateng dan DIY

SMOL.ID – YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bakal menerjunkan 2.500 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler IT Berbasis Komunikasi Di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebelum itu, UMY melaksanakan sosialisasi secara online mengenai konsep dan tata laksana KKN Reguler IT Berbasis Komunitas 2021 di kanal Youtube Official KKN UMY, dengan dihadiri oleh mahasiswa dan juga orang tua wali.

Meski dalam masa pandemi Covid-19, namun UMY terus berupaya untuk tetap produktif. Kali ini kampus Muda Mendunia ini kembali memberikan kesempatan kepada mahasiswanya, untuk menunaikan salah satu tugasnya sebelum lulus yaitu dengan melaksanakan KKN, yang sudah dimodifikasi akibat pandemi dengan KKN Berbasis IT.

“Semua dilakukan UMY dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. KKN IT adalah program yang secara penuh memanfaatkan jaringan internet dalam proses pengabdian, bertujuan untuk mengurangi kontak antara mahasiswa dengan masyarakat,” ujar Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP, iPM, kemarin.

”Kami mengontrol ketat seluruh kelompok KKN yang tersebar di DIY dan Jawa Tengah. 90 persen kegiatan dilakukan dengan tidak kontak langsung dengan masyarakat,” tambah Rektor UMY menjelaskan.

Selain KKN Reguler Berbasis IT, lanjut dia, UMY pada semester Genap 2020/2021 ini juga memberikan dua opsi lain dalam pelaksanaan KKN yaitu KKN pendampingan di Panti Asuhan di DIY sebanyak 220 kelompok, dan 114 KKN pemberdayaan sekolah Muhammadiyah.

“Untuk KKN kali ini kami akan menyasar 580 UMKM, 265 organisasi sosial, 22 panti asuhan di DIY, dan 13 sekolah Muhammadiyah,” timpal Kepala Divisi KKN LP3M UMY Dr. Aris Slamet Widodo SP, MS.c.

Sementara itu, dalam menanggapi keputusan Pemerintah Indonesia terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pulau Jawa dan Bali, yang berlaku mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2020.

UMY menegaskan, tetap menerapkan dengan konsep KKN berbasis IT atau daring, yang diharapkan mampu membuat mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dapat bekerjasama dengan mitra UMKM maupun Organisasi Sosial dengan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan berbagai aplikasi serta media sosial yang lazim dan familiar digunakan.

“Seperti laiknya Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), dalam pelaksanaan KKN berbasis IT ini, setiap kelompok secara perwakilan akan melakukan koordinasi secara langsung di lapangan 1-2 kali seminggu,” sambung Aris.

Kegiatan pendampingan online ini, ujar dia, memerlukan koordinasi dan strategi yang kuat agar partisipasi masyarakat bisa tinggi. Meski kelompok KKN hanya bisa mendampingi komunitas tertentu saja (tidak semua masyarakat dalam satu kawasan) untuk mengantisipasi pencegahan Covid-19. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Popular

Komentar