Minggu, 7 Maret 2021

Baru Dibuka RS Patmasuri Langsung Penuh

SMOL.ID – BANTUL – Meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 membuat Pemkab Bantul, mencari solusi yang baik dan akurat, agar semua pasien positif Covid-19 bisa tertangani dengan baik dan bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Sementara jumlah rumah sakit sudah tak mampu lagi menampung pasien tersebut, sebagai upaya menangani hal tersebut maka Pemkab Bantul menghidupkan kembali RS Patmasuri yang sudah beberapa tahun lalu tidak digunakan.

Tambahan shelter baru ini, untuk menangani lonjakan pasien konfirmasi positif Covid-19. Namun baru saja dibuka sudah tak mampu lagi menampung pasien yang akan menjalani isolasi baik pasien tanpa gejala maupun pasien bergejala ringan.

RS Patmasuri yang dibuka untuk menangani pasien Covid-19 pada Jumat (16/1) lalu tersehut, kini sudah tak mampu lagi menampung pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan sudah terisi penuh.

Lurah Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan, pada tahap pertama baru ada 19 tempat tidur dari kapasitas 60 tempat tidur.

“Baru saja dibuka sudah langsung terisi semua dan semua pasien merupakan warga Bantul,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin. ”Semua tempat tidur sudah terisi,” tambah dia.

Bahkan tiga warga Panggungharjo yang nota bone warga setempat terpaksa harus antri menunggu giliran, setelah ada pasien dinyatakan sembuh.

“Ketiga pasien itu warga kami semua, satu pasien ibu hamil, satu pasien memiliki komorbit ringan dan satu pasien kategori lansia. Semuanya masuk dalam daftar tanggu,” tuturnya.

Untuk menangani pasien di RS Patmasuri, Pemkab Bantul menyiapkan paramedis, sehingga semua pasien bisa dipantau kesehatannya.

Namun pihaknya belum mengetahui kapan akan ada penambahan tempat tidur, karena dipastikan juga butuh tambahan paramedis. “Saya masih menunggu informasi dari Pemkab Bantul dan Dinkes,” katanya.

Terpisah Sekda Bantul, mengatakan, tempat shelter lainnya juga sudah penuh seperti shelter Semaul di Bambanglipuro dan RS Lapangan, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) termasuk gedung eks RS Pamasuri.

Sebab, lanjut dia, kondisinya sudah penuh maka Pemkab Bantul meminta pemerintah kalurahan untuk kembali mengaktifkan rumah isolasi karena banyak rumah dari pasien positif Covid-19 tidak layak untuk dijadikan tempat isolasi mandiri.

Terpisah Lurah Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Yuni Ardi Wibowo mengaku telah menyiapkan dua bangunan yakni eks Puskesmas Sewon yang berada diutara Balai Kalurahan sedikitnya bisa menampung 10 pasien.

Sementara Gedung Piramid Cafe di Jalan Parangtritis diperkirakan bisa menampung puluhan pasien tergantung dari tempat tidur yang disiapkan.

“Kalau dari kalurahan sendiri, kita tidak memiliki anggaran untuk pengadaan tempat tidur untuk pasien termasuk bahan untuk skat setiap tempat tidur,” katanya.

Pihaknya sudah menyampaikan alternatif tempat untuk shelter kepada Pemkab Bantul, namun sejauh ini belum ada respon pasti.

“Kalau tempat sudah ada, tinggal kesiapan dari Pemkab Bantul untuk melengkapi fasiltas dan tenaga medisnya saja,” ujarnya. (Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA