Senin, 8 Maret 2021

KWT Melati Desa Tidu Produksi J-LOKS, Manfaatkan Lahan Tidur dan Halaman Rumah

SMOL.ID – PURBALINGGA – Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah penggerak utama dalam ketahanan pangan yang berbasiskan keluarga. Mereka juga menjadi motor dari pertanian keluarga (familly farming), hal tersebut merupakan isu global dimana FAO, sebuah badan pangan dunia dari PBB telah menetapkan dekade ini sebagai era Pertanian Keluarga.

Ditengah Pandemi Covid-19 KWT Melati Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menggerakkan anggotanya untuk melakukan kegiatan pengelolaan pekarangan dengan slogan yang cukup menarik “HARUM MELATI”, halaman rumah dan memanfaatkan lahan tidur.

KWT yang berdiri sejak tahun 2013 dengan susunan pengurus Ketua Khomsiah, Sekretaris Ami Fatmawati dan Bendahara Siti Rokhana itu membudidayakan tanaman Jahe di lahan-lahan milik anggota.

Dokumentasi

Pada hari Sabtu (16/12) dan Minggu (17/12) kemarin anggota KWT Melati melaksanakan kegiatan pindah tanam bibit tanaman Jahe. Menurut Yun Wardiati, A.Md, penyuluh di Wilbin tersebut, kegiatan pindah tanam dilaksanakan dalam rangka mendukung ketersediaan bahan baku dalam pembuatan serbuk Jahe Wangi dengan merek JLOKS yang semakin banyak peminatnya.

JLOKS

JLOKS, lanjut Yun merupakan minuman yang menghangatkan dan meningkatkan imunitas tubuh yang diperlukan dalam menghadapi virus Corona.

Bahan baku pembuatan Jahe Wangi J-LOKS adalah 1 kg jahe, 3 kg gula pasir, 4 batang kayu manis, sereh, daun pandan dan garam secukupnya.

Untuk pemasarannya, Yun Wardiati menambahkan bahwa areal pemasaran produk KWT Melati masih di sekitar Bukateja, akan tetapi seiring beroperasinya Bandara Jenderal Soedirman yang berlokasi di Desa Tidu, dia berharap pemasarannya juga semakin luas. Source Dinas Pertanian Purbalingga (SubagPP/dimas/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA