Senin, 8 Maret 2021

Masih Ada Pasien COVID-19 Tertahan di IGD, Ini Kata Dinkes Yogyakarta

SMOL.ID – YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut hingga saat ini masih ada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di IGD sembari menunggu tempat tidur untuk rawat inap. Dinkes menyebut akan terus menambah jumlah tempat tidur.

“Untuk hari ini belum dapat report (angka berapa pasien COVID-19 yang dirawat di IGD),” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie kepada detikcom, Senin (18/1/2021).

Dia juga belum bisa menjelaskan ada berapa pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang menunggu antrean rawat inap di RS rujukan COVID-19. Namun, dia mengaku hingga hari ini masih ada pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan di IGD.

“Sebagian njih (masih ada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di IGD rumag sakit rujukan COVID-19),” ucapnya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya terus berupaya untuk menambah tempat tidur (TT) di 27 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di DIY. Semua itu, kata Pembajun, agar penanganan untuk pasien positif COVID-19 di DIY tetap maksimal.

“Ketersediaan tempat tidur di RS sudah bertambah. Semoga minggu ini bertambah lagi TT di 27 rumah sakit rujukan COVID-19,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih mengaku belum bisa mengungkapkan data ketersediaan TT di 27 rumah sakit rujukan COVID-19. Pasalnya, sejak kemarin Minggu (17/1/2021) masih dalam perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan ketersediaan TT.

“Berhubung perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan ketersedian tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19, maka data TT RS (rujukan COVID-19) belum bisa publish,” ucapnya kepada detikcom.

Sedangkan merujuk data harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, penggunaan tempat tidur RS rujukan COVID-19 di DIY hari Sabtu (16/1/2021), khususnya untuk TT critical masih tersedia 76 dan digunakan 62. Sehingga saat ini sisa 14 TT.

Selain itu, untuk jumlah tempat non critical juga masih tersedia di 27 RS rujukan COVID-19 di DIY. Di mana untuk tempat tidur yang non critical, ketersediaan ada 677 tempat tidur, penggunaan 616 tempat tidur. Sehingga sisanya 61 tempat tidur.

Sebelumnya, Dinkes DIY menyebut terjadi antrean bagi pasien positif COVID-19 yang ingin mendapat perawatan di rumah sakit. Hal itu karena perlu penyesuaian khusus untuk menangani pasien COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie membenarkan hal tersebut. Namun, dia mengaku jika perawatan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di IGD telah mendapatkan persetujuan dari Kemenkes RI dan hanya bersifat sementara.

“Kami harus mengatakan bahwa sebenarnya IGD ini bukan tempat untuk merawat dalam waktu yang panjang tetapi dalam kondisi darurat kita mintakan persetujuan Kementerian mereka (pasien COVID-19) bisa dirawat di IGD,” katanya melalui zoom, Senin (11/1/2021).

Oleh karena itu dia enggan disebut jika seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY penuh dan tidak mau memberikan pelayanan. Terlebih, untuk merawat pasien COVID-19 memerlukan tenaga kesehatan yang mumpuni.

“Karena kita ada pemberlakuan sistem kohorting, jadi bed tidak bisa terisi meskipun kosong,” ujarnya.

“Misal gjni, di rumah sakit A ada bed kosong tetapi di dalam 1 ruang ada 2 bed, tapi kalau di rumah sakit A ada 1 ruangan ada 2 bed 1 diisi pasien putri kan tidak mungkin satunya diiisi pasien putra,” lanjut Pembajun.

Belum lagi karena rumah sakit menyediakan 1 sampai 2 bed yang diperuntukkan kepada internal atau nakes di rumah sakit rujukan COVID-19. Semua itu agar nakes yang menangani COVID-19 segera dirawat apabila terpapar.

“Susah cari rujukan dan lain-lain, antara lain kondisi seperti ini mungkin yang teman-teman media tidak pirsa (ketahui) masyarakat tidak pirsa (ketahui),” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes DIY Yuli Kusumastuti mengaku memang sering terjadi seolah-olah rumah sakit menolak pasien COVID-19. Padahal itu terjadi karena adanya antrean pasien di IGD.

“Tempat perawatan itu sudah full kemudian pada suatu hari pelaporan terjadi sudah kosong 1 (tempat tifur). Kemudian terbaca kosong 1, pasien luar datang mau masuk, nanti dulu karena dari IGD sudah ngantri,” ujarnya.

Hal tersebut yang membuat kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 terkesan penuh dan enggan menerima pasien baru.

“Jadi seolah-olah ini kosong kenapa ditolak, itu karena yang masuk di IGD lebih dulu (masuk ke tempat perawatan). Ini salah satu dinamika di lapangan seperti itu,” ucap Yuli.

Hingga hari ini, rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY menyediakan 76 tempat tidur critical dan terpakai 55. Sedangkan untuk non critical tersedia 652 tempat tidur dan terpakai 594. (aa/smol/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA